- dok. Kemlu
Mengenal Sugiono, Mantan Menteri Luar Negeri yang Kini Ditunjuk Jadi Menko PMK Baru
tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah perpindahan posisi Sugiono dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Sugiono resmi dilantik sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029.
Perpindahan jabatan ini sekaligus mengakhiri masa tugas Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri yang telah dijalaninya sejak Oktober 2024.
Untuk mengetahui sosoknya lebih jauh, berikut profil, latar belakang pendidikan, perjalanan karier militer, politik, hingga kiprahnya di pemerintahan.
Profil Sugiono
Sugiono lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979. Berdasarkan profil yang dimuat Partai Gerindra, ia mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Takengon dan melanjutkan sekolah menengah pertama di SMPN 3 Banda Aceh.
Pendidikan berikutnya ditempuh di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Selepas SMA, Sugiono melanjutkan pendidikan tinggi ke Amerika Serikat.
Ia memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Computer Science dari Norwich University. Setelah itu, Sugiono melanjutkan pendidikan magister di University of Konstanz, Jerman, dengan bidang bisnis dan manajemen.
Latar belakang pendidikannya tersebut cukup beragam, mulai dari teknologi komputer hingga bisnis dan manajemen. Sebelum masuk lebih jauh ke dunia politik, Sugiono juga memiliki pengalaman di lingkungan militer.
Perjalanan karier Sugiono tidak langsung dimulai dari dunia politik. Ia terlebih dahulu berdinas di TNI Angkatan Darat.
Sugiono tercatat pernah bertugas sebagai Letnan Satu Infanteri di Kopassus pada periode 2002 hingga 2004. Setelah meninggalkan dinas militer, ia kemudian semakin dekat dengan Prabowo Subianto.
Sugiono selanjutnya dipercaya menjadi sekretaris pribadi Prabowo. Dari lingkungan tersebut, ia kemudian ikut terlibat dalam proses awal pembentukan Partai Gerindra pada 2008.
Profil resmi Partai Gerindra menyebut Sugiono sebagai salah satu kader yang tumbuh bersama partai sejak masa awal. Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke posisi strategis di internal partai.
Setelah aktif di Gerindra, karier politik Sugiono berkembang secara bertahap. Ia kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I.
Di parlemen, Sugiono berkaitan erat dengan Komisi I DPR RI yang menangani sejumlah bidang, termasuk pertahanan dan hubungan luar negeri.
Di internal Gerindra, Sugiono juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Pada Agustus 2025, ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra menggantikan Ahmad Muzani.
Dengan perjalanan dari militer, parlemen hingga struktur kepartaian, Sugiono kemudian mendapat kepercayaan lebih besar ketika Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024.
Pada Oktober 2024, Sugiono ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.
Selama hampir dua tahun menjalankan tugas sebagai Menlu, Sugiono menjadi salah satu wajah diplomasi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Salah satu catatan penting selama Sugiono menjabat Menteri Luar Negeri berkaitan dengan perlindungan WNI di luar negeri.
Kiprah Sugiono sebagai Menlu juga berlangsung ketika Indonesia memperoleh posisi penting di forum internasional.
Pada 8 Januari 2026, Indonesia resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk tahun 2026.
Kementerian Luar Negeri menyebut jabatan tersebut merupakan kali pertama Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB sejak lembaga itu dibentuk pada 2006.
Setelah hampir dua tahun menangani diplomasi Indonesia, Sugiono kini mendapat tugas baru di dalam negeri.
Presiden Prabowo melantiknya sebagai Menko PMK pada Kamis (1/10/2026).
Dalam prosesi tersebut, Sugiono mengucapkan sumpah jabatan bersama sejumlah menteri dan pejabat negara lain yang juga dilantik dalam reshuffle kabinet.
Posisi Menko PMK memiliki cakupan kerja yang berbeda dengan Kementerian Luar Negeri. Kemenko PMK bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian urusan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
Bidang yang berada dalam lingkup koordinasi Kemenko PMK antara lain pendidikan, kesehatan, sosial, keluarga dan kependudukan, perlindungan perempuan dan anak, pemuda dan olahraga, agama, kebudayaan, hingga penguatan karakter dan jati diri bangsa.
Artinya, tanggung jawab baru Sugiono akan lebih banyak berkaitan dengan koordinasi kebijakan domestik.
(tsy)