- (ANTARA/Ali Khumaini)
Dorong Program Gentengisasi, Menteri PKP Lepas 500 Ribu Keping Genteng di Purwakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 500 ribu keping genteng di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (2/10/2026) sore.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari realisasi program gentengisasi oleh Presiden Prabowo Subianto, demi perubahan permukiman yang lebih baik.
Pelepasan 500 ribu keping genteng dilakukan Maruarar Sirait di lapangan Pasar Citeko, Plered, Purwakarta.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saipul Bahri Binzein dan pejabat lainnya.
Pengiriman 500 ribu genteng ini dilakukan menggunakan 125 armada truk.
Maruarar Sirait menyampaikan program Gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi menjadi momentum kebangkitan ekonomi pelaku UMKM lokal.
"Pemesanan genteng dalam skala besar ini memberikan dampak ekonomi instan bagi ekosistem masyarakat setempat," kata Maruarar saat pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta.
Selain di Plered Purwakarta, pada bulan November nanti juga akan dilepas sebanyak 2,4 juta keping genteng dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
"Tadi saya sudah cek, Pak Bupati Majalengka dan Bupati Purwakarta hari ini 500 ribu (keping genteng), hari ini 125 truk. Tanggal 8 November 2,4 keping genteng, dengan 600 truk," kata Maruarar.
Menurut dia, program Gentengisasi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi menjadi momentum kebangkitan industri genteng di Plered, Purwakarta.
Pemerintah, katanya, berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional.
Peningkatan kapasitas perajin dilakukan melalui edukasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya tidak punya SNI, sekarang punya," imbuhnya. (muu)