- Tim tvOne - Mohammad Hamzah
Fakta-Fakta Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas: Sempat Tunjukkan Pelaku Lewat Foto
Jakarta, tvOnenews.com - Inilah fakta-fakta siswa kelas 2 SD di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia diduga menjadi korban bullying kakak kelasnya.
Kasus dugaan perundungan ini bermula dari korban anak berinisial MHAQ (7) yang mengeluhkan sakit perut. Inilah fakta-faktanya:
9 Hari Keluhkan Sakit
Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengatakan mulanya MHAQ mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.
Dia tidak mau menceritakan apa yang menyebabkan perutnya sakit. Hingga pada akhirnya, pada 17 September 2026, MHAQ menjalani perawatan di rumah sakit.
Akhirnya dugaan bullying di sekolah terungkap usai korban mendapatkan perawatan.
"Dia menjawab itu setelah diperiksa sama dokter. Katanya dipukul di perut. Ada yang nendang pakai sepatu," katanya dikutip Minggu (4/10/2026).
MHAQ masih mengeluhkan sakit di bagian perutnya selama menjalani perawatan. Diah mengatakan anaknya muntah-muntah, kehilangan nafsu makan, BAB berdarah, hingga kesulitan buang air besar.
"Selama 9 hari yang sering dikeluhkan itu perut sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis," ujarnya.
Diah mengatakan MHAQ dibolehkan pulang setelah sembilan hari menjalani perawatan.
Akan tetapi, beberapa hari kemudian, kondisi korban kembali memburuk. Lagi-lagi MHAQ mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.
Nahas, nyawa korban tidak tertolong saat hendak dibawa kembali ke rumah sakit pada 30 September 2026.
Jenazah Korban Diautopsi
Jenazah korban pun diautopsi untuk untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan autopsi dilakukan atas persetujuan keluarga.
"Usai meminta keterangan dari keluarga korban, dilanjutkan autopsi pada jenazah anak korban untuk mengetahui penyebab kematian anak korban. Autopsi dilakukan atas persetujuan keluarga dari anak korban," katanya.
Saat ini, kata dia, pihak kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Pihaknya memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Keluarga Duga Ada Tiga Siswa Terlibat
Ayah korban, Nurwandi (43), mengatakan pihak keluarga telah meminta penjelasan kepada pihak sekolah terkait dugaan bullying yang dialami anaknya.
Nurwandi mengungkapkan bahwa anaknya sempat menunjuk sejumlah siswa yang disebut-sebut sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadapnya sebelum meninggal dunia.
"Anak saya itu sebelum meninggal sudah ngomong siapa-siapa yang pukul dia. Dilihatin foto terus dia nunjuk. Ada tiga anak. Yang dua kelas 5 dan satu kelas 6,” ungkap Nurwandi.
Meski demikian, dugaan tersebut masih didalami pihak kepolisian.
CCTV Diduga Tidak Berfungsi
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes mendatangi langsung sekolah dan rumah orang tua korban pada Kamis (1/10/2026).
Dari kasus ini, Nurkholes akan mengumpulkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang untuk membahas langkah konkret terkait perlindungan terhadap siswa.
Selain itu, dia juga turut menyoroti keberadaan kamera CCTV di sekolah.
"Kejadian ini CCTV di sekolah tidak berjalan dengan baik. Jadi ke depan sekolah ramah anak itu ya CCTV harus berjalan. Yang pasti nanti kita gerakkan anak berani melapor," ujarnya.
Dia berharap seluruh sekolah di Kabupaten Pemalang memiliki CCTV yang dapat berfungsi dengan baik untuk membantu pengawasan aktivitas siswa. (mdh/buz/nsi)