- Tangkapan layar intagram
Detik-Detik Penganiayaan ABK di Kapal Cumi Terbongkar, Pengurus Kapal Sempat Hubungi Ibu Korban hingga Disiksa Jika Tak Capai Target
Jakarta, tvOnenews.com - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap detik-detik terbongkarnya aksi kekerasan yang diduga dialami sejumlah anak buah kapal (ABK) di kapal cumi yang viral beberapa waktu lalu.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan pihaknya telah melakukan patroli cyber dan penyelidikan dengan menggunakan face recognition untuk mengenali dari korban-korban tersebut.
“Kita gabungkan dengan metode penyelidikan yang lain, yakni kita menanyakan saksi-saksi, sehingga salah satu korban tersebut dapat kami identifikasi sebagai seseorang yang bernama IS (25) asal Sunter, Jakarta Utara,” kata Alrasyidin, kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Alrasyidin menerangkan diketahui korban bersama tiga korban lainnya, yaitu OM, SS, dan JS. Mereka direkrut oleh satu kapal cumi, yaitu KM Maulana 23 pada akhir Juli 2026.
- Istimewa
“Setelah dilakukan perekrutan, mereka berangkat melalui Dermaga Pelabuhan Muara Baru. Sudah kita dalami, mereka berangkat pada akhir Juli dengan tujuan Merauke,” ucap Alrasyidin.
Pada awal Agustus 2026 diketahui bahwa pengurus kapal sempat melakukan komunikasi dengan ibu korban atas nama IS.
“Pengurus kapal ini menyatakan bahwa, 'Anak ibu sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru’,” jelasnya.
Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pendalaman dan dugaan sementara korban memang ada penganiayaan terhadap korban.
“Korban dianiaya apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya. Setelah kita dalami, rupanya dugaan sementara informasi tersebut bahwa korban dilakukan perawatan dan lain-lain itu tidak dilakukan perawatan oleh oleh pengurus kapal,” jelasnya.
Saat ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Polres Kepulauan Aru dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pihaknya juga tengah berupaya mengamankan kapal penangkap cumi tersebut.
“Saat ini prioritas pertama kami adalah menyelamatkan korban-korban, menyelamatkan kesehatan fisik, kesehatan mentalnya. Kita sudah mengamankan yang tadinya dikatakan dirawat, ternyata tidak dirawat, hanya ditaruh di darat, sehingga pada saat kami koordinasi langsung dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Alrasyidin.
Sebelumnya, viral video di media sosial berupa dugaan aksi kekerasan yang diduga dialami sejumlah ABK.