- Adinda Ratna Safira-tvOne
BEM UI Ungkap Detik-Detik Pengeroyokan Hafidz Hernanda di Tebet, Motor Ditendang-Ponsel Dirampas
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengungkap kronologi detik-detik pengeroyokan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10/2026).
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengungkapkan peristiwa ini terjadi saat Hafiz hendak pulang usai melakukan konsolidasi di wilayah Tebet.
Kemudian mahasiswa yang lebih akrab disapa Bapis ini tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (OTK) hingga mendapatkan ancaman pembunuhan.
“Pada waktu yang diestimasikan 23.50 WIB dalam perjalanan pulangnya usai konsolidasi, teman kami yang mengendarai sepeda motor menjadi korban tindak kekerasan, penganiayaan, pencurian, dan ancaman pembunuhan OTK di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21,” ucap Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).
- Adinda Ratna Safira-tvOne
Atas peristiwa ini, Fathimah mengungkapkan Bapis mengalami cedera kepala, luka lebam, dan luka robek di area bibirnya.
Dalam kesempatan yang sama, Legal Consultant BEM UI Adiluhung mengatakan pelaku tidak mengambil motor korban, melainkan memukuli korban dan merampas ponsel korban.
“Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya. Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai,” jelas Adiluhung.
Setelah merampas ponsel korban, pelaku melarikan diri dan lokasi keberadaan ponsel dimatikan oleh terduga pelaku.
“Ketika diperiksa, Find My Device milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Sebuah hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan terlihat tidak mungkin ketika serangan baru terjadi pada pukul 23.50 WIB,” terangnya.
“Fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan,” sambungnya.
Pascainsiden terjadi ditemukan barang bukti yang diduga milik pelaku di lokasi dantaranya sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan korek api.
“Terdapat setidaknya dua orang lain yang berada di lokasi kejadian dan bergerak mobilisasi pergi bersama dengan pelaku. Fakta dan kejanggalan dari kasus di atas tidak bisa dipisahkan bahwa Bapis merupakan seseorang penggiat sekaligus pejuang demokrasi yang selama ini berperan penting dalam pengorganisasian gerakan oposisi, organisasi di Indonesia,” ujar Adiluhung.