news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Leader’s Plenary pada Pre-COP Leader’s Event yang menjadi rangkaian Pre-Conference of the Parties (Pre-COP31) to the United Nations Framework Convention on Climate Change, Selasa (6/10/2026)..
Sumber :
  • Istimewa

Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Aksi Iklim Global

Menteri LH/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjadi bagian dari upaya global dalam memperkuat aksi iklim serta mendorong kerja sama internasional yang adil dan berorientasi pada implementasi.
Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:58 WIB
Reporter:
Editor :

Pertemuan ini menjadi salah satu forum penting terakhir di tingkat menteri sebelum COP31 untuk membangun momentum politik dan memperkuat berbagai isu yang akan dibawa ke Antalya, Turki.

Dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menugaskan Jumhur dengan didampingi Duta Besar RI untuk Fiji merangkap Republik Kiribati, Nauru dan Tuvalu Dupito Darma Simamora, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Ary Sudijanto serta Direktur Mobilisasi Sumber Daya PPI Irawan Asaad.

Posisi dan kepentingan Indonesia pun disampaikan dalam pembahasan perubahan iklim, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara Pasifik menjelang COP31.

“Persetujuan Paris menjadi kompas kita. Namun, ketika ruang untuk menjaga kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius semakin menyempit, tugas kita adalah menjembatani komitmen global menjadi hasil nyata, dengan berpedoman pada keadilan serta prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda sesuai kemampuan masing-masing negara,” ujar Jumhur.

Dari Komitmen ke Pelaksanaan

Jumhur menyampaikan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) sebagai arah menuju net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Aksi iklim harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan resiliensi masyarakat.

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya prinsip kesetaraan, serta akses terhadap pendanaan, teknologi, dan peningkatan kapasitas dalam mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Kami mempercepat aksi iklim di seluruh sektor ekonomi melalui FOLU Net Sink 2030, mengurangi emisi dari limbah dan metana, serta melakukan transformasi industri—baik melalui dekarbonisasi industri yang sudah ada maupun pengembangan industri rendah karbon sejak tahap perancangannya. Transisi energi kita harus berlangsung secara adil, teratur, dan berpusat pada masyarakat, sembari memperkuat ketahanan energi, keterjangkauan, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan,” tegas Jumhur.

Dia menyampaikan bahwa keberhasilan agenda perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh besarnya komitmen yang disampaikan dalam forum internasional, tetapi juga oleh kemampuan negara-negara untuk memastikan implementasi yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tantangan dunia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan bahwa ambisi tersebut benar-benar diwujudkan melalui implementasi yang konkret,” ujarnya. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral