news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Diduga Jadi Korban Pengeroyokan OTK di Tebet, Pelaku Tinggalkan Sarung Tangan Latex hingga Lakban.
Sumber :
  • X

Pelaku Pengeroyokan Koordinator Sosial dan Politik BEM UI di Tebet Diduga Tiga Orang, Satu Eksekutor dan Dua Memantau

BEM UI melayangkan laporan dugaan penganiayaan terhadap Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, di Polda Metro Jaya pada Selasa (6/10/2026). Pelaku diduga berjumlah tiga orang. Namun, pelaku yang melakukan pengeroyokan berjumlah satu orang.
Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:01 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenes.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) melayangkan laporan dugaan penganiayaan terhadap Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, di Polda Metro Jaya pada Selasa (6/10/2026).

Legal Consultant BEM UI Adiluhung mengungkapkan pelaku diduga berjumlah tiga orang. Namun, pelaku yang melakukan pengeroyokan berjumlah satu orang.

“Kemudian untuk pelaku sendiri yang terlibat langsung dengan saudara Bapis memang hanya satu orang,” kata Adiluhung, kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

Adiluhung menerangkan dua pelaku lainnya memiliki peran memantau dari kejauhan.

Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Diduga Jadi Korban Pengeroyokan OTK di Tebet, Pelaku Tinggalkan Sarung Tangan Latex hingga Lakban
Sumber :
  • X

Setelah korban ditendang motornya, kedua terduga pelaku lainnya turut membantu merampas ponsel dan tas milik korban.

“Sebagaimana disebutkan, memang ternyata ada dua orang lain yang terlihat oleh saksi mata di tempat juga ikut melihat kejadian. Setelah selesai pertikaian tersebut, di situlah momen kedua orang ini membantu merampas handphone dan juga tas milik Bapis,” jelasnya.

Setelah ponsel milik korban dirampas, ketiga pelaku langsung meninggalkan korban.

“Fakta dan kejanggalan dari kasus di atas tidak bisa dipisahkan bahwa Bapis, kawan kami, merupakan seseorang penggiat sekaligus pejuang demokrasi yang selama ini berperan penting dalam pengorganisasian gerakan oposisi, organisasi di Indonesia. Kejadian ini juga tidak bisa dipisahkan dari maraknya kasus-kasus penyerangan dan represivitas terhadap pejuang demokrasi dalam rezim saat ini,” tegas Adiluhung.

Untuk diketahui, peristiwa yang terjadi di wilayah Tebet ini dilaporkan dan teregister dengan Nomor LP: LP/B/7493/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan saat ini terduga pelaku dalam penyelidikan.

“Terlapor dalam lidik,” kata Budi.

Budi menyebutkan pasal yang dilaporkan terhadap terlapor, yakni tentang pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan berencana.

“Polda Metro Jaya melakukan serangkaian penyelidikan terhadap peristiwa ini dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban,” jelasnya. (ars/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral