- Instagram/salatauman via X/telufess
Terungkap Alasan Pelaku dalam Kasus Perundungan Mahasiswa Telkom University yang Viral
tvOnenews.com - Kasus perundungan yang terjadi di lingkungan Telkom University, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya viral di berbagai platform media sosial. Peristiwa tersebut melibatkan mahasiswa baru yang diketahui tinggal di kamar asrama yang sama.
Kasus ini menuai kecaman dari warganet dan mahasiswa lainnya setelah video yang beredar memperlihatkan dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap korban.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat terus mengganggu korban. Korban yang merasa tidak nyaman berusaha meninggalkan kamar, tetapi langkahnya dihalangi oleh pelaku.
- Instagram/salatauman via X/telufess
Situasi kemudian semakin mengkhawatirkan ketika pelaku diduga sengaja menyemprotkan cairan deodoran berbentuk aerosol ke arah korek api di dekat wajah korban.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Telkom University menyatakan telah mengambil langkah untuk melindungi korban. Salah satunya dengan memisahkan lokasi asrama korban dan pelaku serta memberikan pendampingan guna menjaga kondisi fisik dan mental korban.
Wakil Rektor III Universitas Telkom, Ratri Wahyuningtyas, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Bandung pada Minggu (11/10/2026).
"Saat ini kami sudah mengamankan, mendampingi korban dan kita juga tempatkan baik pelaku maupun korban, kita tempatkan dengan area asrama yang berbeda dengan pendampingan dari senior residen. Jadi untuk menjamin terkait keamanan semua pihak yang terlibat," ujar Ratri.
Pihak kampus juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut telah ditangani sebagai kasus perundungan. Namun, Ratri belum membeberkan secara terperinci alasan yang melatarbelakangi tindakan pelaku karena kronologi kejadian telah dicatat secara lengkap dalam berita acara.
"Alasan yang dilakukan oleh pelaku sebetulnya, ini memang secara kronologis, itu sangat detail sekali jadi berita acara. Tapi secara umum itu adalah bentuk dari perundungan, mungkin detailnya saya tidak bisa jelaskan secara detail ya, karena cukup panjang."
Ratri menegaskan bahwa pihak kampus berupaya memastikan seluruh pihak yang terlibat mendapatkan penanganan yang diperlukan, terutama dalam hal keselamatan dan kondisi korban.
"Tapi di sini kami mencoba jelaskan bahwa semua pihak khususnya dan para korban di sini dalam keadaan baik-baik saja, sehingga kita berikan perlindungan, pendampingan, dan juga termasuk konseling untuk menjaga kesehatan baik secara fisik maupun mental."