news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kristomei Sianturi.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Tahu Bulat

Kristomei Sianturi Sempat Ingin Jadi Insinyur, Begini Titik Balik yang Mengubah Jalan Hidupnya

Kristomei Sianturi sempat bercita-cita menjadi insinyur. Simak titik balik yang mengubah jalan hidupnya hingga kini dilantik sebagai Kepala BNPB.
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB
Reporter:
Editor :

Namun, perjalanan untuk beradaptasi dengan kehidupan militer ternyata tidak mudah. Kristomei yang sebelumnya berfokus pada kemampuan akademis harus menghadapi pendidikan fisik dan mental yang jauh berbeda dari kehidupan sipil.

“Jadi, dengan lulusan dari SMA Taruna yang sudah saya punya wawasan yang sangat luas, punya kemampuan dua bahasa zaman itu, bahasa Jepang, bahasa Inggris, itu tiba-tiba harus kok lari-lari ini enggak pernah belajar. Ini kan menurut saya zaman itu, ya, karena memang rupanya itu masih pendidikan dasar. Memang kita penguatan fisik dan mental dulu dan mengubah kehidupan sipil menjadi kehidupan militer,” jelasnya.

Ia juga mengenang beratnya menjalani tahap awal pendidikan militer yang mengharuskannya beradaptasi dengan berbagai latihan fisik.

“Itu tahapan awalnya memang semua serba mendongkolkan. Jalan jongkok, habis makan suruh lari, guling-guling lagi. Belum makan aja udah muntah-muntah kita kan gitu, ya,” ujarnya.

Kehilangan Senjata Saat Latihan Jadi Titik Balik Kristomei Sianturi

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Kristomei terjadi ketika ia menjalani latihan malam atau caraka malam sekitar satu setengah bulan setelah memulai pendidikan militer.

Dalam latihan tersebut, para taruna harus membawa pesan dari satu titik ke titik lain dengan berjalan sejauh sekitar lima kilometer pada malam hari. Sepanjang perjalanan, mereka akan menghadapi berbagai rintangan di sejumlah pos.

Saat menjalani latihan, Kristomei terjatuh ke sebuah jurang kecil hingga kehilangan senjatanya. Situasi tersebut membuatnya khawatir karena kehilangan senjata dapat berakibat fatal bagi kelanjutan pendidikannya sebagai taruna.

“Ada macam-macamlah ini hantu, ada hantu-hantuan, ada segala macam gitu, ya. Nah, saya jatuh terjatuh ke kayak jurang kecil gitu, ya. Senjata saya hilang. Jadi, pas itu di dekat kampung itu saya jatuh, saya cari senjata saya enggak ketemu. Saya terduduklah karena kalau senjata hilang kita pasti dikeluarkan. Karena dianggap bahwa taruna ini tidak bisa menjaga senjatanya, itu bisa dikeluarkan,” kenangnya.

Dalam kondisi tersebut, Kristomei mengaku berdoa agar senjatanya segera ditemukan. Ia bahkan berjanji akan menjalani pendidikan dengan lebih sungguh-sungguh jika berhasil menemukan senjata tersebut.

Berita Terkait

1 2
3
4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral