- Ist
Indonesia Bersiap Bangun PLTN, Bahlil Beberkan Tawaran Teknologi Nuklir dari 5 Negara
Kendati telah menerima berbagai tawaran, Bahlil belum menjelaskan negara mana yang nantinya dipilih sebagai mitra pengembangan PLTN. Pemerintah juga belum mengumumkan keputusan final mengenai teknologi yang akan digunakan.
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa penyusunan kebijakan strategis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Perguruan tinggi dan organisasi intelektual dinilai memiliki peran penting dalam memberikan kajian serta rekomendasi berbasis keilmuan.
Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah melibatkan kalangan kampus dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) untuk menyampaikan berbagai gagasan pembangunan. Kini, kesempatan serupa juga diberikan kepada PIKI melalui kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
“Di kampus sudah ada, di ICMI sudah saya juga minta, sekarang saya minta dari PIKI untuk melakukan kerja sama dengan Kemenko,” katanya.
Bahlil menambahkan bahwa peluang kolaborasi dengan PIKI tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pembangkit nuklir. Pemerintah juga membuka kesempatan bagi organisasi tersebut untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap 28 program hilirisasi nasional.
Program tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, hingga perikanan, kehutanan, serta pertanian. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan kebijakan hilirisasi.
Dengan masuknya PLTN dalam agenda kelistrikan nasional, pemerintah mulai mempersiapkan pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu alternatif sumber listrik jangka panjang. Masukan dari kalangan akademisi, termasuk PIKI, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan teknologi dan kebijakan energi nasional.