- tvOne
Anak Difabel Tewas Diduga Dibully di Surabaya, Warga Setempat Ungkap Keseharian 2 Bocah yang Diduga Terlibat
tvOnenews.com – Ketua RT 12 di lingkungan tempat tinggal Zulkarnain Abdil Aziz, anak difabel berusia 10 tahun yang meninggal dunia di Surabaya, mengungkapkan keseharian dua bocah tetangga yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Hadi, selaku Ketua RT 12, menyebut kedua anak itu dalam kesehariannya terlihat seperti anak-anak pada umumnya. Ia menilai kenakalan yang terlihat selama ini tidak terkesan berlebihan.
Keterangan tersebut disampaikan Hadi saat diwawancarai dalam program Kabar Siang tvOne.
Pernyataannya menjadi salah satu informasi yang muncul di tengah penyelidikan kasus kematian Zulkarnain, yang diduga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.
“Kalau saya rasa yo pada umumnya anak-anak seh mas, Seperti itu, umumnya anak-anak,” kata Hadi, selaku Ketua RT 12, dikutip dari Kabar Siang tvOne.
Meski demikian, keterangan Hadi mengenai keseharian kedua anak tersebut tidak serta-merta menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Zulkarnain.
Dugaan keterlibatan masing-masing anak tetap perlu merujuk pada hasil pemeriksaan dan penyelidikan aparat penegak hukum.
Zulkarnain Abdil Aziz, anak berusia 10 tahun penyandang disabilitas, meninggal dunia pada 12 September 2026. Ia diketahui memiliki Down syndrome dan cerebral palsy.
Berdasarkan keterangan keluarga, Zulkarnain ditemukan dalam kondisi kritis di teras rumahnya di kawasan Rungkut, Surabaya. Saat itu, ibunya, Nurul Fadilah, baru pulang berjualan di pasar.
Ayah korban, Slaras Abdul Wahid atau Slaras, sebelumnya mengungkapkan bahwa anaknya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Ia mengatakan terdapat tali sepatu yang melilit leher korban dengan pemberat besi kecil.
“Kepalanya ini biru, di lehernya itu ada jeratan tali sepatu, dikasih bandulan besi gitu tali sepatunya,” kata Slaras dalam program Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne.
- YouTube tvOnenews
Keluarga kemudian berupaya mencari tahu penyebab kejadian yang berujung pada meninggalnya Zulkarnain.
Selain kondisi korban saat ditemukan, keluarga juga menyampaikan informasi mengenai hasil pemeriksaan yang mereka terima.
Slaras mengatakan, berdasarkan hasil yang diterimanya dua hari setelah kejadian, ditemukan cairan sabun colek di dalam perut Zulkarnain.
“Hasilnya waktu dua hari kemudian keluar, hasilnya ada cairan sabun colek dalam perutnya,” ujarnya.