News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Meninggal, Bocah Difabel di Surabaya Ditemukan dengan Bekas Tamparan dan Pasir di Tubuh

Kematian Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Surabaya, menyisakan sejumlah kejanggalan. Sang ayah, Selaras Abdul Wahid, mengungkap putranya pernah.
Senin, 19 Oktober 2026 - 05:39 WIB
Anak berkebutuhan khusus tewas diduga dibully teman.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Zulkarnain Abdil Aziz (10), anak berkebutuhan khusus (ABK) di Surabaya, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya bagi keluarganya. Ia ditemukan dalam kondisi tubuh membiru dengan tali sepatu melilit lehernya di depan rumah pada 12 September 2026.

Ayah korban, Selaras Abdul, menduga putranya meninggal dunia setelah mengalami perundungan yang diduga melibatkan dua anak tetangganya, masing-masing berusia 10 dan 8 tahun. Hingga kini, keluarga masih mempertanyakan penyebab pasti kematian Zulkarnain dan meminta keadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laras menjelaskan bahwa putranya merupakan penyandang Down syndrome dan cerebral palsy yang membutuhkan perawatan khusus sepanjang hidupnya. Sejak bayi hingga berusia 10 tahun, Zulkarnain mengalami keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Anak berkebutuhan khusus tewas diduga dibully teman.
Anak berkebutuhan khusus tewas diduga dibully teman.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube tvOnenews

"Anak saya, dari mulai bayi, sampai umur 10 tahun ini, itu tidak bisa berakitivitas, jalan nggak bisa, ngomong nggak bisa, melihat juga nggak bisa, penyakitnya itu katarak, down syndrome, jantung bocor, terus telur burungnya itu, tidak pada tempatnya, tapi ada di perutnya," ujar Laras dalam wawancara dilansir tayangan Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.

Ia juga mengungkapkan bahwa putranya telah menjalani sejumlah operasi sejak masih bayi hingga berusia lima tahun.

Meski demikian, masih ada penanganan medis yang perlu dilakukan, khususnya terkait kondisi mata korban.

"Tinggal tunggu pasang lensa dimatanya, nunggu sampai umur 7 tahun baru dipasang, karena alasan dokternya waktu umur 5 tahun, kelopak matanya masih kecil," katanya.

Di tengah duka yang dialami keluarga, Laras turut mengungkapkan sejumlah kejadian yang menurutnya menimbulkan kecurigaan adanya dugaan perundungan terhadap putranya sebelum meninggal dunia.

Salah satu kejadian yang disorotnya adalah ditemukannya bekas tamparan pada tubuh Zulkarnain sekitar satu minggu sebelum peristiwa kematian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seminggu sebelum kejadian, anak saya sudah ada (bekas) tampar (sekitar dada), saya lihat waktu keluar dari rumah, 'loh, anak saya ini dapat tampar dari mana, lah wong anak saya ini nggak bisa ambil apa-apa, dikasih pegang uang gitu, dilepas, nggak bisa pegang anak saya itu," ungkapnya.

Temuan tersebut membuat Laras merasa heran karena kondisi putranya yang memiliki keterbatasan fisik membuatnya tidak mampu melakukan banyak aktivitas secara mandiri. Ia pun mempertanyakan asal-usul bekas tamparan yang ditemukan pada tubuh anaknya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026, Sebut Kekalahan di Asian Games Jadi Motivasi

Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026, Sebut Kekalahan di Asian Games Jadi Motivasi

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 setelah menghajar pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Fajar/Fikri pun menyebut bahwa kegagalan di Asian Games 2026 menjadi motivasi meraih gelar juara.
Cek Jadwalnya! Tujuh Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Hari Ini Senin 19 Oktober 2026

Cek Jadwalnya! Tujuh Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Hari Ini Senin 19 Oktober 2026

Untuk hari ini, Senin, 19 Oktober 2026, ada tujuh perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor yang terpaksa dibatalkan menyusul adanya perawatan sarana kereta api
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Dominasi Berawan, Wilayah Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Dominasi Berawan, Wilayah Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Senin (19/10). 
Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 19 Oktober 2026: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 19 Oktober 2026: Berawan Sepanjang Hari

Menurut laporan yang dirilis BMKG, prakiraan cuaca wilayah administratif DKI Jakarta pada hari ini, Senin, 19 Oktober 2026 adalah berawan dengan suhu 26-34°C.
Lihat Kejanggalan Luka di Tubuh Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Pelaku Lebih dari Satu Orang

Lihat Kejanggalan Luka di Tubuh Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Pelaku Lebih dari Satu Orang

Pihak keluarga mendiang Bharatu Valdo, anggota Ditpoludara yang tewas dalam penembakan di Mako Polairud Tangerang Selatan minta polisi usut kasus secara tuntas.
Darurat Karhutla: Pemerintah Ungkap Ribuan Penerbangan Terdampak

Darurat Karhutla: Pemerintah Ungkap Ribuan Penerbangan Terdampak

Kondisi penerbangan nasional saat ini tengah berada dalam tekanan berat menyusul meluasnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Trending

Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

GS Caltex berhasil merebut gelar juara KOVO Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Expressway Hi-Pass dalam pertarungan lima set. Rival Megawati Hangestri raih MVP.
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Sebelum Meninggal, Bocah Difabel di Surabaya Ditemukan dengan Bekas Tamparan dan Pasir di Tubuh

Sebelum Meninggal, Bocah Difabel di Surabaya Ditemukan dengan Bekas Tamparan dan Pasir di Tubuh

Kematian Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Surabaya, menyisakan sejumlah kejanggalan. Sang ayah, Selaras Abdul Wahid, mengungkap putranya pernah.
Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik dari Kubu Jepang jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik dari Kubu Jepang jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia mendapat kabar menggembirakan jelang Piala Asia 2027. Ayase Ueda, ujung tombak Jepang yang berada satu grup dengan Skuad Garuda, harus absen.
Apa Motif Di Balik Penembakan Bharatu Valdo oleh Sesama Polisi? Tubuh Korban Penuh Luka Sangkur

Apa Motif Di Balik Penembakan Bharatu Valdo oleh Sesama Polisi? Tubuh Korban Penuh Luka Sangkur

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo di Mako Polairud Tangerang Selatan (Tangsel), menyisakan duka mendalam sekaligus tanya besar bagi keluarga. 
Darurat Karhutla: Pemerintah Ungkap Ribuan Penerbangan Terdampak

Darurat Karhutla: Pemerintah Ungkap Ribuan Penerbangan Terdampak

Kondisi penerbangan nasional saat ini tengah berada dalam tekanan berat menyusul meluasnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Misteri Kematian Bocah Difabel di Surabaya, Ayah Korban Ungkap Jeratan Tali Sepatu dan Cairan Sabun Colek

Misteri Kematian Bocah Difabel di Surabaya, Ayah Korban Ungkap Jeratan Tali Sepatu dan Cairan Sabun Colek

Kematian Zulkarnain (10), bocah difabel di Rungkut, Surabaya, menyisakan sejumlah kejanggalan. Sang ayah, Selaras Abdul Wahid, mengungkap adanya kejanggalan.
Selengkapnya

Viral