- Antara
Bakom RI Apresiasi Tiga Capaian Utama Kemenag dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, memberikan apresiasi tinggi terhadap tiga keberhasilan utama Kementerian Agama (Kemenag) selama dua tahun pelaksanaan program Asta Cita.
Ketiga capaian tersebut mencakup penguatan peran agama sebagai pemersatu bangsa, internalisasi nilai-nilai antikorupsi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam konferensi pers terkait capaian dua tahun Kemenag di Jakarta, Senin (19/10), Syahganda menyoroti pentingnya posisi agama dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Dari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” ungkap Syahganda.
Selain aspek persatuan, Syahganda juga memuji langkah Kemenag dalam memosisikan nilai-nilai keagamaan sebagai tameng terhadap budaya korupsi.
Ia menilai, pendekatan ini efektif dalam membangun integritas dan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih.
“Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” tuturnya. Menurutnya, upaya Menteri Agama dalam menekankan ajaran agama yang menolak perilaku koruptif merupakan langkah krusial dalam kehidupan bermasyarakat.
Poin ketiga yang mendapat sorotan positif adalah kontribusi Kemenag dalam meningkatkan kualitas SDM nasional.
Syahganda mencontohkan inisiatif seperti penyediaan beasiswa serta program pembelajaran jarak jauh sebagai bukti nyata dukungan Kemenag terhadap pendidikan.
“Yang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan pembangunan manusia dan sumber daya manusia, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syahganda menegaskan bahwa pemaparan capaian dua tahun Asta Cita ini merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada publik.
Ia menekankan bahwa pemerintah wajib transparan mengenai penggunaan anggaran yang berasal dari pajak masyarakat.
Pemerintah berencana menyampaikan hasil kerja dua tahun ini melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun melalui media massa.
Dalam forum tersebut, Syahganda juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan umpan balik.
Ia berharap rekan-rekan media dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan masyarakat terkait layanan pemerintah, termasuk di sektor keagamaan, agar dapat segera ditindaklanjuti.