news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tak Cukup Hanya Bisa Pakai AI, Mahasiswa Indonesia Kini Disiapkan Hadapi Persaingan Dunia Kerja.
Sumber :
  • ist

Tak Cukup Hanya Bisa Pakai AI, Mahasiswa Indonesia Kini Disiapkan Hadapi Persaingan Dunia Kerja

Mahasiswa kini banyak memakai AI untuk tugas kuliah, tetapi belum tentu siap menggunakannya di dunia kerja.
Senin, 19 Oktober 2026 - 23:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa, termasuk untuk membantu menyelesaikan tugas kuliah. Namun, kemampuan menggunakan teknologi tersebut belum tentu sejalan dengan keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Penggunaan AI yang masih terbatas pada fitur dasar menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kompetensi digital. Mahasiswa dinilai membutuhkan pembelajaran lebih terarah agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan baru dalam pendidikan tinggi, terutama untuk mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan industri. Penguasaan AI tidak lagi sebatas kemampuan menjalankan aplikasi, tetapi juga memahami penerapannya dalam pekerjaan.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar tenaga kerja global yang semakin mengandalkan keterampilan teknologi. Perusahaan juga dituntut menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan akibat transformasi digital.

Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, keterampilan AI dan big data diperkirakan menjadi salah satu kemampuan yang paling cepat meningkat kebutuhannya hingga 2030. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya peningkatan kompetensi teknologi, baik bagi mahasiswa maupun pekerja.

Menjawab tantangan tersebut, Sophia Training and Consulting, i3L University, dan EduMark menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan pendidikan serta pelatihan AI di Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diumumkan pada Senin (19/10/2026).

Melalui kesepakatan tersebut, materi pembelajaran AI yang dikembangkan Sophia direncanakan akan diintegrasikan ke dalam program pendidikan i3L University. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas kesempatan mahasiswa dan tenaga kerja memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program yang disiapkan tidak hanya memperkenalkan penggunaan perangkat AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan pekerjaan. Kemampuan meningkatkan produktivitas, mengolah informasi, dan mendukung pengambilan keputusan menjadi bagian dari fokus pembelajaran.

Selain mahasiswa, kolaborasi ini turut menyasar kalangan profesional yang ingin meningkatkan kemampuan di tengah perubahan teknologi. Pelatihan AI juga direncanakan dapat ditawarkan kepada perusahaan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi karyawan.

Bagi dunia usaha, kemampuan memanfaatkan AI dinilai semakin penting untuk mendukung efisiensi dan pengembangan proses kerja. Karena itu, pembelajaran berkelanjutan menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan untuk membantu tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Dalam kerja sama tersebut, Sophia membawa pengalaman di bidang pelatihan AI, manajemen data, dan strategi transformasi digital. Perusahaan berbasis di Inggris itu dipimpin Dr. Matilde D’Amelio yang memiliki pengalaman hampir 15 tahun dalam bidang terkait.

Sementara itu, i3L University berperan sebagai institusi pendidikan yang akan mengembangkan penerapan materi AI dalam lingkungan akademik. Perguruan tinggi yang dipimpin Dr. Katherine, S.T., Ph.D., tersebut memiliki fokus pendidikan pada ilmu hayati, bisnis, penelitian, dan inovasi.

Adapun EduMark berperan mendukung pengembangan kemitraan strategis antara lembaga pendidikan dan penyedia keahlian internasional. Lembaga konsultasi pendidikan yang didirikan Dr. Gideon Bima Maharesi itu juga bergerak dalam pengembangan kerja sama lintas institusi.

Kolaborasi ketiga pihak diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penggunaan AI secara lebih mendalam sebelum memasuki dunia profesional. Pendekatan pembelajaran praktis menjadi salah satu upaya untuk memperkecil kesenjangan antara keterampilan lulusan dan kebutuhan perusahaan.

Meski demikian, pengumuman kerja sama tersebut belum merinci jadwal pelaksanaan program, jumlah peserta, maupun mekanisme pendaftaran pelatihan. Informasi mengenai biaya dan bentuk sertifikasi yang akan diberikan juga belum dijelaskan.

Ke depan, kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan AI sekaligus mendukung pengembangan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Harapannya, mahasiswa dan profesional tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi di berbagai bidang.

Penguatan kemampuan AI menjadi semakin relevan ketika perubahan teknologi berlangsung cepat dan memengaruhi berbagai sektor pekerjaan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia usaha diharapkan dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia yang lebih adaptif serta berdaya saing.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral