- ist
Kinerja Industri Perawatan Pesawat Nasional Menguat
Ia menekankan bahwa ekspansi bisnis harus memberikan manfaat nyata bagi pekerja, terutama melalui peningkatan kesejahteraan dan kompetensi.
Selain itu, perusahaan perlu memastikan kesempatan pengembangan karier berlangsung secara adil dan transparan.
“Penghargaan kepada pekerja merupakan investasi bagi keberlanjutan perusahaan. GMF perlu terus memelihara keahlian, memperkuat regenerasi, dan memastikan insan yang berkontribusi terhadap kemajuannya memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama perusahaan,” kata Budi.
FSPPI menilai berbagai pencapaian GMF menjadi alasan kuat untuk memberikan prioritas kepada kader internal yang memiliki kompetensi dan pengalaman teruji.
Menurut Budi, industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) membutuhkan pemahaman mendalam mengenai keselamatan penerbangan, regulasi, dan kompleksitas teknis.
Selain itu, kepemimpinan perusahaan harus memahami ketepatan penyelesaian pekerjaan, kebutuhan pelanggan, serta keberlanjutan bisnis.
“Kader internal GMF memiliki pengalaman langsung menghadapi tuntutan tersebut. Mereka memahami proses bisnis, budaya keselamatan, karakter pelanggan, serta tantangan operasional perusahaan. Kader dengan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan yang terbukti selayaknya memperoleh kesempatan utama untuk memimpin GMF ke depan,” tegasnya.
Meski mendorong kader internal, FSPPI tetap menghargai kontribusi dan pengalaman profesional dari luar perusahaan.
Budi menegaskan bahwa proses penentuan kepemimpinan harus mengedepankan meritokrasi dan tata kelola perusahaan yang baik.
“Kami menghargai perspektif profesional dari luar GMF. Pada saat yang sama, kami meyakini perusahaan memiliki kader-kader terbaik yang sangat menguasai dunia MRO dan memahami kebutuhan GMF secara menyeluruh. Pengalaman serta kemampuan yang telah mereka buktikan patut menjadi pertimbangan utama dalam penetapan kepemimpinan,” lanjut Budi.
Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan yang didukung penguasaan industri dan pemahaman organisasi akan membantu mempertahankan kompetensi utama GMF.
Kondisi tersebut juga diyakini mampu mempercepat pengembangan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri penerbangan global.
“Ketika keahlian insan GMF dipercaya untuk mendukung pengembangan industri perawatan pesawat di negara lain, kader terbaiknya juga selayaknya memperoleh kepercayaan utama untuk memimpin perusahaan sendiri. Kepercayaan itu harus dibangun melalui penilaian yang objektif, transparan, dan berorientasi pada masa depan GMF,” ujarnya.