- Istimewa
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dinilai Berhasil Jaga Kedaulatan Energi Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tercatat memperoleh tingkat kepuasan tertinggi diantara para menteri yang membidangi sektor ekonomi.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) persepsi publik tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil mencapai 31,1 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan capaian tersebut juga ditopang oleh popularitas Bahlil yang relatif tinggi di tengah masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan dan kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM mendapatkan perhatian serta apresiasi tersendiri dari publik.
- Antara
Ia pun turut merespons perbedaan hasil survei pihaknya dengan kajian Center of Economic and Law Studies (Celios).
Menurutnya perbedaan itu ditengarai oleh pendekatan metodologi penelitian yang digunakan masing-masing pihak.
"Perbedaan dengan Celios sangat mungkin karena metodologi yang digunakan juga berbeda. IPO menggunakan pengambilan sampel secara acak dan proporsional, sementara Celios menggunakan sampling purposif. Purposif itu artinya sampel ditentukan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan peneliti," kata Dedi, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dedi menjelaskan karakteristik responden dan ruang lingkup kelompok yang dilibatkan dalam penelitian dapat memengaruhi hasil akhir penilaian.
Terlebih, kata Dedi, jika suatu kajian sejak awal lebih berorientasi pada kritik terhadap pemerintah bakal memungkinkan perspektif yang muncul lebih banyak menyoroti kelemahan dibandingkan capaian.
"Tentu jika tujuannya kritik, bisa dipastikan hanya melihat sisi buruk," jelasnya.
- tvOnenews.com
Di sisi lain, Dedi turut menilai Bahlil memiliki karakter kepemimpinan yang cukup menonjol terutama dalam menyikapi dinamika hubungan Indonesia dan Singapura.
Menurutnya sikap Bahlil dalam merespons ketegangan kedua negara memperlihatkan keberanian politik sekaligus keberpihakan terhadap kepentingan nasional.
Tak hanya itu, Dedi menilai Bahlil sebagai salah satu menteri yang mampu menangkap arah pemikiran Presiden RI, Prabowo Subianto dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan strategis Indonesia.
"Apa yang ditunjukkan Bahlil adalah sikap nasionalis, demi kedaulatan. Soal diplomasi persuasi yang diabaikan dapat dimaklumi jika Singapura lebih dahulu reaktif dan provokatif," kata Dedi. (raa/amr)