- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 44,1 kilogram jaringan antarprovinsi.
Satu orang pengedar berhasil diamankan di wilayah Tol Jagorawi.
“Pengungkapan yang kita lakukan pada siang hari ini, ini adalah jaringan narkotika jenis ganja antarprovinsi, di mana pelaku yang kita amankan inisial YT,” kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso, di Polda Metro Jaya, Selasa (3/11).
Lebih lanjut, Bismo menerangkan, yang bersangkutan diketahui mendapati barang haram tersebut dari Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Kemudian, tim mendapatkan informasi dari masyarakat soal peredaran ganja ini dan langsung mengamankan pelaku di Tol Jagorawi.
“Ya, ini berangkat dari Mandailing Natal di hari-hari sebelumnya, malam hari, kemudian lewat darat, langsung lewat pelabuhan Merak-Bakauheni dan sampai ke Tol Jagorawi kita tangkap pelaku ini. Dan padanya terdapat barang bukti ganja sebanyak 44,1 kilogram tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Bismo menjelaskan, pelaku diketahui sudah tiga kali melakukan pengiriman ganja.
“Yang pertama di bulan Juli tahun 2026 ini sebanyak 50 kilogram, di bulan Juli juga tahun 2026 di hari yang berbeda ada 44 kilogram, dan juga di bulan ini, yaitu pada tanggal 31 Oktober, ini kita tangkap dan diamankan 44,1 kilogram narkotika jenis ganja,” tegasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto 111 ayat (2) Undang-Undang Narkotika 35 Tahun 2009 dengan ancaman 5 tahun sampai 20 tahun penjara.
“Oleh karena itu, dengan ditangkapnya pelaku, kita bisa menyelamatkan 132.440 jiwa yang terselamatkan. Nah, kita juga bisa menghemat biaya negara terkait dengan biaya rehab terhadap penyalahguna, dengan estimasi Rp20 juta per orang untuk biaya rehab tersebut selama 6 bulan, sehingga total estimasi biaya rehabilitasi yang bisa dihemat negara yaitu sebesar Rp2,648 triliun,” tegasnya. (ars/dpi)