- tvOnenews.com Edit / Syifa Aulia / YouTube tvOneNews
Yakup Hasibuan Sebut Jawaban Jokowi di Sidang Ijazah Luar Biasa, Tegaskan Kebenaran akan Menang
tvOnenews.com - Yakup Hasibuan menyebut jawaban Jokowi dalam sidang tudingan ijazah palsu sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurut Yakup Hasibuan, jawaban Jokowi di sidang tersebut disampaikan secara lantang, lengkap, dan mendetail sehingga mampu menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini dipersoalkan.
Yakup mengaku tidak menyangka Jokowi masih mengingat berbagai detail mengenai perjalanan akademiknya saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Hal tersebut disampaikan Yakup setelah mengikuti sesi pertama persidangan.
Dalam keterangannya kepada awak media pada 5 November 2026, Yakup menilai Jokowi telah memberikan penjelasan yang sangat lengkap.
“Luar biasa ya, walaupun ini belum selesai. Mungkin nanti lengkapnya kan setelah sidang. Tapi kalau mungkin tadi rekan-rekan lihat, semua luar biasa. Akhirnya misteri pertanyaan yang selama ini dituduh-tuduhkan sudah terjawab semua dengan lantang, dengan lengkap, dengan detail,” ucap Yakup Hasibuan dalam YouTube Cumicumi.
Ia kemudian menyoroti sejumlah bukti yang disampaikan Jokowi dalam persidangan. Bukti tersebut meliputi berita acara ujian, bukti bebas pinjam buku, hingga nama-nama teman yang mengikuti wisuda bersama Jokowi.
Menurut Yakup, salah satu hal yang membuatnya takjub adalah kemampuan Jokowi mengingat berbagai detail tersebut meskipun peristiwa itu telah berlangsung puluhan tahun lalu.
“Jadi tadi dari bukti-bukti BA ujian, bebas pinjam buku sampai semua teman-teman wisudanya siapa saja, Pak Jokowi ternyata masih ingat juga. Jadi kita juga tidak bisa membayangkan nanti bagaimana fakta-fakta ini masih bisa mau ditangkal lagi oleh para pihak terdakwa,” lanjutnya.
Dalam persidangan tersebut, Jokowi juga menceritakan proses perjuangannya menyelesaikan skripsi ketika menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus mengajukan proposal judul skripsi sebanyak tiga kali kepada dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro, sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan.
Judul skripsi yang disetujui adalah “Studi tentang pola konsumsi kayu lapis pada pemakaian akhir di Kotamadya Surakarta”.
Setelah menyelesaikan proses penyusunan skripsi, Jokowi menjalani ujian pada 23 Oktober 1985. Ujian tersebut dilakukan oleh Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin. Jokowi dinyatakan lulus dengan memperoleh nilai A.
Selain menjelaskan proses penyusunan skripsi, Jokowi turut memberikan klarifikasi mengenai penggunaan jenis huruf atau font Times New Roman dalam dokumen akademiknya.
Ia membantah tudingan bahwa penggunaan font Times New Roman tidak sesuai dengan perkembangan teknologi pada 1985. Jokowi menegaskan bahwa ribuan skripsi mahasiswa pada masa itu, termasuk miliknya, dicetak menggunakan format huruf tersebut.
Penjelasan mengenai proses akademik dan penggunaan jenis huruf tersebut menjadi bagian dari klarifikasi Jokowi untuk menjawab keraguan mengenai keaslian dokumen pendidikannya.
Kembali mengenai tanggapan Yakup Hasibuan, ia mengaku sebelumnya tidak membayangkan Jokowi mampu menjelaskan berbagai fakta tersebut secara begitu terperinci di hadapan persidangan.
“Jadi ya sangat luar biasa. Kami juga sebelumnya tentu tidak membayangkan juga bahwa Pak Jokowi bisa dengan masih detail menjelaskan ini semua. Tapi bagaimanapun kebenaran itu kan akan selalu menang,” tuturnya.
Yakup juga meyakini kehadiran Jokowi secara langsung dalam persidangan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang selama ini menjadi misteri di tengah masyarakat.
“Jadi bagaimanapun kami meyakini dengan kehadiran Pak Jokowi tadi itu bisa menjadi jawabanlah dari semua pertanyaan misteri yang selama ini ada,” jelas Yakup.
Meski demikian, Yakup mengingatkan bahwa rangkaian persidangan masih belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sesi lanjutan yang memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk mengajukan pertanyaan kepada Jokowi.
“Tapi lengkapnya nanti mungkin kita tunggu dulu karena ini masih ada sesi dua lagi setelah ini. Nanti juga ada masih ada diberikan kesempatan oleh para terdakwa untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan,” ungkapnya.
Kendati demikian, Yakup mengaku puas dengan jalannya sesi pertama persidangan. Ia berharap penjelasan Jokowi dapat memberikan jawaban dan kejelasan bagi masyarakat Indonesia terkait tudingan yang selama ini berkembang.
“Tapi untuk sesi satu tadi kami sangat puas dan mudah-mudahan ini bisa memberikan jawabanlah untuk rakyat Indonesia semua,” pungkas Yakup Hasibuan.
(anf)