news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mayjen Soeharto (tengah) saat proses pemakaman 6 Jenderal Angkatan Darat, 5 Oktober 1965.
Sumber :
  • Dok. Film Pengkhianatan G30S PKI

Kisah "Komando yang Tertukar", Ketika Pasukan G30S PKI yang Kelaparan Jatuh ke Pelukan Jenderal Soeharto

Para pimpinan G30S PKI saling berpelukan, ucapkan selamat satu sama lainnya atas suksesnya penculikan jenderal Angkatan Darat. Tapi kemudian situasi berubah!
Kamis, 23 Juni 2022 - 07:09 WIB
Reporter:
Editor :

 

Komando Pembersihan Jenderal Angkatan Darat

Berdasarkan catatan Victor M. Fic, perencanaan operasi militer G30S PKI tersebut telah dimatangkan rencana teknisnya dalam rapat-rapat kordinasi sejak 6 September 1965 hingga hari H operasi.

"Para konspirator itu bertemu sepuluh kali untuk menyempurnakan detail-detail teknis militer, dari Rencana Besar yang telah disetujui Politbiro pada 26 Agustus itu, dan yang disampaikan kepada Syam oleh Aidit pada malam hari itu." tulis Victor.

Salah satu detail teknis yang dibicarakan dalam rangkaian rapat-rapat pada kurun waktu tersebut adalah, mengenai kesiapan pasukan operasi yang akan digerakan dalam "Komando Pembersihan" tersebut.

Baca Juga: Surat Rahasia Suparjo yang Diselundupkan ke Penjara Omar Dhani, Ungkap Fakta Dibalik Gagalnya G30S PKI

Pada rapat ke 4 tanggal 15 September 1965, Kepala Biro Khusus PKI Syam Kamaruzzaman menyampaikan kesiapan dua batalyon dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk bergabung dalam operasi militer G30S PKI.

"Syam memberitahu hadirin bahwa dua batalyon dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tak lama lagi akan tiba di Jakarta untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Angkatan Bersenjata yang akan diselenggarakan pada 5 Oktober." tulis Victor mengutip pernyataan Syam.

Syam menyebutkan, laporan-laporan awal mengisyaratkan bahwa pasukan mereka bisa diandalkan untuk memberikan dukungan bersenjata pada serangan pre-emptive untuk menculik para jenderal, sambil berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut pada waktunya nanti.

Baca Juga: Sosok yang Dicurigai Sengaja Merancang Operasi Militer G30S PKI untuk Gagal

Pada rapat selanjutnya tanggal 19 September 1965, kemudian menyepakati pembagian tanggungjawab yang terkait dengan operasi pre-emptive untuk menculik para jenderal, yaitu aksi-aksi politik akan diarahkan oleh Syam dan Pono, sementara Untung dan Latief akan memimpin aksi militer.

Pasukan mereka akan dipecah menjadi unit pemukul, teritorial, dan cadangan, dan yang disebutkan terakhir akan menyediakan pelayanankomunikasi, transportasi dan dukungan lain. Bono akan mengarahkan operasi intelijen dan pengamatan.

 

Pasukan Lapar G30S PKI yang Membelot

Dari markas Kostrad, Soeharto dan Nasution mengikuti perkembangan detik demi detik, sambil terus menyusun kekuatan untuk memukul balik kelompok G30S PKI.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral