- Facebook Rohani Simanjuntak
Siasat Ferdy Sambo Oleskan Mesiu ke Tubuh Brigadir J Terungkap, Ini Kata Irjen Dedi Prasetyo
Jakarta - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkap dugaan keterlibatan Ferdy Sambo menembak Brigadir J alias Yosua Hutabarat.
Sebelumnya, dugaan itu muncul ketika ada informasi mengenai Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan untuk mengambil senjata dari tangan Brigadir J.
Menurut dia, informasi tersebut belum ada perkembangan dari tim khusus (timsus) yang menangani penyidikan.
"Belum ada itu perkembangan dari timsus," kata Irjen Dedi Prasetyo seusai dihubungi, Selasa (16/8/2022).
Jenderal bintang dua itu menjelaskan timsus tengah mendalami pemicu Irjen Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana.
Dia mengatakan hal itu sangat perlu diungkap agar kasus tewasnya Brigadir J menjadi terang.
"Timsus sudah berangkat ke Magelang," tambahnya.
Adapun, Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan keberangkatan timsus ke Magelang, guna mendapat keterangan dari saksi terkait pemicu kemarahan Ferdy Sambo.
Sebab, Ferdy Sambo mengaku kepada penyidik timsus bahwa dirinya emosi kepada Brigadir Yoshua ketika berada di Magelang, Jawa Tengah.
"Ya, itu terkait pemicu motif dari FS," tegasnya.
Selain itu, Irjen Dedi mengatakan belum ada informasi terkait bubuk mesiu yang dioleskan ke tubuh Brigadir J agar seolah-olah terjadi baku tembak.
"Belum ada keterangan itu dari timsus," imbuhnya.
KPK Selidiki Kasus Dugaan Suap Ferdy Sambo
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menanggapi sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan pendalaman kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Ferdy Sambo atas tewasnya Brigadir J.
Pendalaman yang dilakukan LPSK itu atas dasar kabar pemberian dua amplop coklat dari staf Ferdy Sambo ke LPSK.
Hal tersebut terjadi saat staf LPSK tengah melakukan pemeriksaan keFerdy Sambo dan Bharada E di Kantor Propam Polri.
Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo saat ini masih enggan untuk memberikan keterangan terkait tindakan dugaan suap yang dilakukan mantan kadiv propam itu.
Ia mengaku hingga kini belum ada staf LPSK yang mengaku telah menerima amplop atau sogokan tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang lain menerima begitu. KPK kalau mau berinisiatif silakan," ujar Hasto kepada media Selasa (16/8/2022).