- Antara/Aditya Pramana
Buka-bukaan, Hendra Kurniawan Ungkap Sejumlah Percakapan dengan Ferdy Sambo dan Kapolri Listyo Sigit
Jakarta - Sidang lanjutan obstruction of justice terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J telah digelar dengan menghadirkan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto dan lainnya.
Dalam kesaksiannya, Hendra Kurniawan mengaku blak-blakan mengungkapkan sejumlah percakapannya dengan terdakwa Ferdy Sambo seusai insiden penembakan Brigadir J.
Hendra mengaku mendapatkan beberapa arahan dari Ferdy Sambo, setelah dirinya dipanggil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Melansir dari laman VIVA, saat itu Hendra Kurniawan masih menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri bersama Karo Provos Div Propam Polri, Benny Ali dipanggil untuk menghadap ke Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Hendra Kurniawan (tvOnenews/Muhammad Bagas)
"Cuma pak Benny informasi sudah bertemu tapi informasinya pun sudah jelas. 'Yasudah ini ditangani saja secara profesional, prosedural sekalipun kejadiannya di tempat kadiv propam'," pengakuan Hendra seraya tirukan arahan Kapolri saat menghadap.
Hendra juga menyinggung soal keraguannya untuk menanyakan pertanyaan tentang pelecehan seksual kepada Ferdy Sambo.
"Tapi kan ini nanti jadi pertanyaan umum, apakah pelecehan seksual ini harus saya tanya ke pak FS. Karena ini masalahnya sensitif, dilaporkan kepada Pak Benny kalau FS juga mau menghadap ke pimpinan," sambunya Hendra.
Setelah selesai menghadap Kapolri, ternyata Hendra bertemu dengan Ferdy Sambo yang sudah menunggu di luar ruangan staf pribadi Kapolri.
Hendra dan Benny kemudian diminta untuk keluar karena Sambo dan Kapolri ingin bicara empat mata.
"Akhirnya (Sambo) ketika masuk, pimpinan memerintahkan 'Yasudah kalian berdua keluar dulu saya mau bicara sama Pak FS'. Karena kita masih takut dibutuhkan, kita masih tunggu di ruangan Spri pimpinan. Ketika disitu tidak lama pak FS keluar 'nanti kita sama-sama ke Biro Provos lagi," kata Hendra.
Kemudian, saat tiba di Kantor Biro Provos, Hendra mengatakantelah ada Benny Ali dan Ferdy Sambo bersama Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal alias di sebuah ruangan pemeriksaan.
Saat itu pula, Hendra mendapat sejumlah arahan dari Ferdy Sambo yang mengatakan telah kehilangan harkat dan martabatnya.