news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pojok KC - Kolase Foto pemudik menggunakan motor.
Sumber :
  • tim tvonenews

Pulang Mudik

Tak ada yang lebih nelangsa dari pada tersesat, tak bisa pulang, sendirian di tengah kota pada momen lebaran.
Senin, 8 April 2024 - 12:06 WIB
Reporter:
Editor :

Filsafat Jawa mengenal istilah sangkan paran dumadi, yakni pertanyaan dari mana ia berasal dan akan ke mana ia kembali. Dan mudik adalah jawaban pada dua pertanyaan paling fundamental dalam kehidupan setiap insan.

Bukankah ada pepatah dalam bahasa Inggris “home sweet home”, bukannya “house sweet house”. “Home”, “kediaman” adalah rumah yang paling nyaman. Untuk menyuruh orang untuk pulang tak digunakan kalimat “Go house” melainkan “Go gome”.

Kota tak pernah jadi rumah bagi warganya. Ia hanya menampung orang orang secara fisik, tapi tidak jiwanya. 

Sejalan dengan itu, kata Nabi Muhammad SAW, “bayti jannati”, rumahku adalah surgaku. Maka, ritual mudik bisa jadi siklus yang setiap masa tertentu akan datang. Ini sejalan dengan Hari Raya Idul Fitri disebut “Id” yang artinya ulangan “ulangan” atau “putaran.” 

Selalu ada siklus, putaran, ulangan untuk kembali suci bersih dalam setiap ritual lebaran. Dorongan menjadi takwa itu sebenarnya alamiah, fitrah karena dalam Islam manusia dilahirkan dalam keadaan yang suci dan bersih. Karenanya juga disebutkan setiap orang adalah hanif, artinya selalu merindukan kebenaran. Dengan kata lain, kesucian, kebenaran, ketakwaan adalah fitrah, sementara kepalsuan, dosa, kejahatan tidak alami, tidak fitrah, bertentangan dengan jati diri manusia yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Pada akhirnya perayaan Idul Fitri, juga serangkaian ritual mudik yang membuat kehebohan nasional punya makna spiritual yang tinggi: kita ingin meraih kebersihan hati dari dosa dosa. Setelah pertobatan selama sebulan penuh dengan ibadah puasa, kita memiliki kerinduan untuk berkumpul, bersilaturahmi pada orang tua kita, pada siapa kita dilahirkan ke dunia. 

Kemudian kita lengkapi dengan memohon maaf kepada sesama, serta saling memaafkan sambil mengucapkan ja’alana Allahu min al-a ‘idin wa al-faizin wa al maqbulin (semoga Allah menjadikan kita semua kembali ke fitrah kita dan menang melawan dosa kita sendiri serta dikabulkan amal ibadah kita). Amin. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral