news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Teguh Anantawikrama..
Sumber :
  • Istimewa

Indonesia: Dari Penonton Menjadi Penjaga Perdamaian Dunia

Kehadiran Presiden Indonesia dalam Emergency Summit tersebut adalah pernyataan tegas kepada dunia: Indonesia tidak diam. Kita tidak menunggu perdamaian datang; kita menjemputnya dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaan.
Senin, 13 Oktober 2025 - 14:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com-Kehadiran Indonesia dalam Emergency Summit for Gaza Peace Implementation bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan bukti konkret bahwa Indonesia telah menjelma menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam percaturan geopolitik global. Dalam forum tersebut, Indonesia tampil bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai penggerak moral dan diplomatik yang membawa pesan kemanusiaan universal: bahwa penjajahan dan kekerasan atas rakyat sipil tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai middle power — kekuatan menengah yang memainkan peran strategis di tengah dunia yang kian terpolarisasi. Indonesia kini berdiri di barisan depan untuk membangun jembatan antara kekuatan besar dunia dan negara-negara berkembang yang mendambakan perdamaian sejati.

Diplomasi yang Berakar pada Nurani

Indonesia adalah bangsa yang lahir dari penderitaan dan perjuangan panjang melawan penjajahan. Karena itu, kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina bukanlah politik pencitraan, melainkan panggilan sejarah dan nurani kebangsaan.

Sejak era Soekarno, diplomasi Indonesia berakar pada prinsip bebas dan aktif — menolak dominasi blok mana pun, namun aktif memajukan perdamaian dan keadilan global. Kini, di bawah tatanan geopolitik yang kompleks, prinsip itu berevolusi menjadi diplomasi progresif dan berkeadilan, yang tidak hanya mengutuk kekerasan, tetapi berani menjadi inisiator solusi.

Kehadiran Presiden Indonesia dalam Emergency Summit tersebut adalah pernyataan tegas kepada dunia: Indonesia tidak diam. Kita tidak menunggu perdamaian datang; kita menjemputnya dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaan.

Kekuatan Militer untuk Perdamaian

Komitmen Indonesia untuk menempatkan pasukan perdamaian dalam jumlah besar menandai era baru dalam sejarah militer kita. Hingga 2025, lebih dari 3.000 personel TNI telah terlibat dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), Sudan Selatan (UNMISS), dan Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Dengan kontribusi tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu dari sepuluh negara pengirim pasukan perdamaian terbesar di dunia dan terbesar di Asia Tenggara. Langkah ini menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia bukan alat ekspansi, tetapi instrumen kemanusiaan dan stabilitas global.

Kepemimpinan Regional di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik

Di tingkat regional, peran Indonesia di ASEAN sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan. Sebagai Ketua ASEAN tahun 2023, Indonesia berhasil memimpin blok regional itu di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di Laut Cina Selatan dan persaingan Amerika Serikat–Tiongkok di Indo-Pasifik.

Melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang digagas Indonesia sejak 2019, Indonesia menegaskan visi kawasan yang inklusif, kolaboratif, dan bebas dari politik blok. AOIP menjadi panduan strategis bagi negara-negara Asia Tenggara untuk tetap menjaga otonomi regional di tengah arus besar rivalitas global.

Selain itu, Indonesia juga berperan aktif dalam isu Myanmar, dengan menjadi fasilitator dialog antara pihak militer dan kelompok pro-demokrasi. Di tengah situasi sulit, diplomasi Indonesia tetap menunjukkan watak sabar, persuasif, dan solutif — karakter khas dari kepemimpinan yang berbasis moral dan legitimasi regional.

Menjadi “World Peace Keeper”

Transformasi Indonesia menuju peran sebagai World Peace Keeper adalah perjalanan panjang dari idealisme menuju aksi nyata. Kita tidak lagi sekadar menyuarakan perdamaian di forum-forum internasional, tetapi menurunkannya menjadi kebijakan, aksi kemanusiaan, dan inisiatif pertahanan yang nyata.

Dunia kini melihat Indonesia sebagai penyeimbang global (balancing power) — negara demokrasi besar dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang konsisten memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Dalam tatanan dunia yang sarat ketegangan ideologis dan kepentingan ekonomi, Indonesia hadir sebagai suara moderasi dan rasionalitas.

Penutup: Peran Baru Indonesia di Dunia yang Bergejolak

Dunia hari ini tengah berada di persimpangan sejarah: ketidakpastian meningkat, konflik bersenjata merebak, dan solidaritas global diuji. Dalam situasi seperti ini, kehadiran Indonesia di garis depan upaya perdamaian dunia bukan hanya pilihan moral, tetapi keniscayaan strategis.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, demokrasi yang matang, dan diplomasi yang berakar pada nilai kemanusiaan, Indonesia telah keluar dari bayang-bayang peran regional dan berdiri di panggung global sebagai kekuatan moral yang berani bertindak.

Kita tidak lagi menjadi penonton dalam drama dunia — kita adalah bagian dari solusi, penggerak perubahan, dan penjaga perdamaian sejati.

Indonesia telah berubah: dari penonton menjadi penjaga perdamaian dunia.

--

Teguh Anantawikrama, Pengurus Masyarakat Telematika (Mastel), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) hingga Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral