- Istimewa
Transformasi Radikal Tata Kelola Haji Indonesia
”Sapu Bersih Saja”
Ketika ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) RI, bersama Gus Irfan sebagai Kepala, perintah Presiden Prabowo Subianto, jelas dan tegas, “kalian jadi duo, bereskan perhajian Indonesia, sementara BPH dulu, siapkan menuju Kementerian Haji dan Umrah”.
6 bulan bertugas, fakta di atas saya laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait Kartel Haji, tata kelola keuangan haji yang menyimpan bom waktu. reaksi dan perintah Presiden singkat waktu itu, “bereskan, kau sapu bersih saja semua”. terus terang mendengar perintah tersebut saya dan Gus Irfan penuh percaya diri, makanya kami berdua tanpa ragu memaksimalkan upaya bersih-bersih diawal, wajah utama yang kami tampilkan sebagai langkah pertama adalah wajah integritas, wajah anti praktik korupsi dan rente.
walaupun kami sadar tidak mudah, tapi kami mulai saja dengan berani dan agak nekat, sampai, perintah memperjuangkan terbentuknya Kementerian haji dan umrah RI terwujud, dengan komitmen dan dukungan maksimal; dari Pimpinan DPR dan para anggota DPR RI.
Langkah-langkah Transformasi Haji
Presiden Haji Prabowo Subianto, tidak ingin melihat haji sekedar berhenti menjadi ritual rutin tanpa makna, tanpa dampak. beliau mau haji yang memiliki sejarah panjang bagi umat manusia dan bagi Indonesia, memberikan dampak bagi kehidupan kebangsaan dan peran Indonesia di dunia global.
Maka, berangkat dari pemikiran dan keinginan Presiden tersebutlah, lahir tiga visi besar haji Indonesia. yakni, Tri Sukses; Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi Haji dan Sukses Peradaban dan Keadaban. Tri Sukses adalah peta jalan (Road Map) transformasi haji Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke 8, Haji Prabowo Subianto.
Transformasi tersebut dimulai dari memastikan agenda ritual sukses, disusul agenda ekosistem ekonomi sukses, dan pada akhirnya agenda transformasi nilai melalui tingginya peradaban dan keadaban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga sukses, atau seringkali kami menyebutnya sebagai kemabruran sejati.
Pertama, Kementerian Haji dan umrah Republik Indonesia, harus berhasil melakukan banyak perubahan pelayanan dan tata kelola ritual haji dan umrah. artinya, rutinitas ritual ibadah mulai dari keberangkatan ke tanah suci, sampai kepulangan ke tanah air berjalan dengan baik, persiapan dan pelayanan di dalam negeri mulai asrama haji, penerbangan, konsumsi jamaah, hotel atau pemondokan, layanan kesehatan, tenda-tenda di arafah dan mina semuanya berjalan dan dilayani dengan baik dan sesuai dengan standar yang ada, sesuai dengan syariat yang berlaku, tidak ada lagi praktik curang, manipulasi, korupsi dan rente, jamaah harus dipastikan dilayani dengan prima. semua hal ini yang sedang dikerjakan dengan maksimal oleh Kementerian haji dan umrah RI, dengan bantuan banyak para pihak lainnya baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.