news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemimpin Redaksi tvOnenews.com, Ecep S Yasa menyelesaikan Cape Town Marathon.
Sumber :
  • Istimewa

Cape Town Marathon

Saya akhirnya menyelesaikan 8 seri kompetisi elit marathon dunia akhir pekan lalu, sebuah perjalanan  yang merangkum seluruh laku “spiritual” saya pada kota kota di lima benua di dunia: Eropa, Asia, Amerika, Australia dan Afrika.
Kamis, 28 Mei 2026 - 06:45 WIB
Reporter:
Editor :

Beberapa hari di Cape Town membuat saya sadar betul bahwa jika hendak marathon di Cape Town berarti kita harus berdamai dengan alam. Itu adalah cara terbaik, ikhlas menjalani marathon.

Kenapa? Karena kota ini terkenal dengan “Cape Doctor”, angin kencang khas Cape Town yang kadang menjadi lawan terbesar pelari. Sebab kekhawatiran seperti tahun 2025 lalu kembali muncul dipikiran para pelari, marathon sempat dibatalkan karena angin ekstrem demi alasan keselamatan. Namun justru di situlah daya tariknya.

Cape Town mengajarkan bahwa marathon bukan hanya soal melawan waktu, tetapi juga berdamai dengan alam.

Cape Town sendiri adalah salah satu kota paling bersejarah di Afrika. Kota pelabuhan ini menjadi titik penting perjalanan kolonial Eropa, perdagangan dunia, hingga perjuangan melawan apartheid.

Ketika saya melewati area pusat kota dan kawasan bersejarah, yang terasa saya seolah sedang membaca buku sejarah sambil berlari. Ada nuansa emosional yang sulit dijelaskan: rasa kecil di hadapan sejarah, namun sekaligus merasa hidup sepenuhnya.

Salah satunya, sejarah tentang ulama Indonesia yang paling terkenal di Cape Town, Syekh Yusuf Al-Makassari yang saya berkesempatan ziarah ke Makam Keramat Syekh Yusuf sebelum berlari.

Berziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari
Sumber :
  • Ecep S. Yasa

Sambil berlari, saya membayangkan bagaimana hebatnya sosok Syekh Yusuf yang seorang ulama, sufi, dan pejuang dari Makassar yang diasingkan oleh Belanda ke Afrika Selatan pada tahun 1694 karena melawan VOC. Pada setiap lintasan marathon di Cape Town, saya seperti menemukan jejak dakwah Syekh Yusuf—tokoh penting dalam perkembangan Islam di Afrika Selatan.

Mngkin karena Itulah, makam Syekh Yusuf awalnya berada di daerah Macassar, dekat Cape Town, dan sampai sekarang menjadi tempat ziarah umat Muslim. Nama daerah “Macassar” diyakini berasal dari Makassar, kampung asal Syekh Yusuf.

Nama lain yang terlintas adalah Imam Abdullah Qadi Abdus Salam yang dikenal sebagai “Tuan Guru”, ulama besar berasal dari Tidore, yang juga saya datangi makamnya. Setiap langkah marathon, saya membayangkan bagaimana gigihnya Tuan Guru mendirikan madrasah dan masjid pertama bagi komunitas Muslim di Cape Town setelah diasingkan Belanda.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:58
02:44
05:38
01:42
05:45
01:05

Viral