news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat audiensi dengan mahasiswa..
Sumber :
  • tvOne

Prof Sufmi Dasco dan Jembatan Aspirasi Demokrasi

Di tengah menguatnya jarak psikologis antara warga negara dan institusi politik, sebuah gestur sederhana sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:59 WIB
Reporter:
Editor :

Ada pelajaran penting yang bisa diambil dari peristiwa tersebut. Dalam teori politik modern, legitimasi kekuasaan tidak hanya berasal dari hasil pemilihan umum, tetapi juga dari kemampuan institusi untuk merespons aspirasi masyarakat secara berkelanjutan. Pemilu memberikan mandat, tetapi dialog menjaga kepercayaan. Ketika saluran komunikasi tersumbat, ketidakpuasan sosial cenderung berkembang menjadi polarisasi. Sebaliknya, ketika ruang dialog dibuka, bahkan perbedaan yang tajam sekalipun dapat dikelola secara konstruktif.

Karena itu, yang patut diapresiasi bukan semata-mata kehadiran fisik pimpinan DPR di tengah demonstrasi, melainkan pesan politik yang dikandungnya. Pesan bahwa kritik tidak harus dijawab dengan jarak. Pesan bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada konfrontasi. Dan yang paling penting, pesan bahwa lembaga negara masih memiliki kesediaan untuk bertemu langsung dengan warga yang menyuarakan keberatan terhadap berbagai kebijakan.

Di banyak negara demokrasi yang matang, tradisi dialog antara pengambil kebijakan dan kelompok masyarakat sipil merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan. Demonstrasi tidak dipandang sebagai gangguan, melainkan sebagai mekanisme umpan balik publik. Dalam perspektif tersebut, pertemuan antara pimpinan DPR dan mahasiswa seharusnya tidak dianggap sebagai peristiwa luar biasa, melainkan sebagai standar yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Lebih jauh lagi, peristiwa ini mengingatkan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh kuatnya institusi, tetapi juga oleh budaya politik yang tumbuh di dalamnya. Politik yang sehat bukan politik yang anti kritik, melainkan politik yang mampu mengelola kritik menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan. Dalam konteks tersebut, keberanian untuk membuka ruang dialog merupakan investasi penting bagi terciptanya kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Namun apresiasi ini tentu harus ditempatkan secara proporsional. Dialog adalah awal, bukan akhir. Janji untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang konkret, transparan, dan terukur. Kepercayaan publik tidak dibangun oleh kata-kata, melainkan oleh konsistensi antara komitmen dan tindakan. Oleh sebab itu, tindak lanjut terhadap aspirasi mahasiswa akan menjadi ujian sesungguhnya bagi makna pertemuan tersebut.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral