news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Antara

Menegakkan Kedaulatan Di Era Baru: 8 Capaian Strategis Pertahanan Dua Tahun Prabowo-Gibran

Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menegaskan arah baru geopolitik Indonesia kedaulatan
Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB
Reporter:
Editor :

Oleh: Marsma TNI (Purn.) Agung Sasongkojati – Tim Juru Bicara Nasional Bidang Strategi Keamanan Nasional

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati
Sumber :
  • tim tvOne - abdul gani

Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menegaskan arah baru geopolitik Indonesia: kedaulatan absolut yang tidak dapat ditawar.

Menghadapi dinamika global yang tidak menentu—mulai dari ketegangan Laut Tiongkok Selatan hingga pergeseran kekuatan regional di Teluk Persia—Kementerian Pertahanan di bawah visi besar Presiden Prabowo telah mengeksekusi lompatan kuantum.

Transformasi militer bukan sekadar wacana, melainkan dibuktikan lewat modernisasi pertahanan yang disegani di kawasan regional maupun internasional.

Sebagai poros utama kebijakan pertahanan nasional, penguatan postur militer Indonesia bertumpu pada arsitektur Minimum Essential Force (MEF) yang melompat menuju kapasitas penangkalan penuh (full deterrence capabilities).

Sintesis strategi ini diwujudkan melalui delapan capaian keberhasilan strategis yang mencakup pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir, peningkatan kapasitas destruktif serta taktis matra darat, laut, dan udara, hingga perluasan kuantitas serta kualitas personel komando.

1. Pengadaan Jet Tempur Rafale Generasi 4.5 untuk Supremasi Udara

Pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil merealisasikan kontrak pengadaan jet tempur Dassault Rafale asal Prancis secara penuh.

Langkah strategis ini menempatkan TNI Angkatan Udara dalam jajaran elite kekuatan udara di Asia Tenggara.

Kehadiran Rafale memperkuat kemampuan interceptor jarak jauh, superioritas udara, dan penyerangan presisi tinggi yang secara langsung menaikkan posisi tawar geopolitik Indonesia di meja diplomasi internasional.

Dampaknya, Indonesia kini memiliki keunggulan deterensi udara yang mutakhir, mampu memukul mundur pelanggar wilayah udara secara instan, serta memotong waktu respons taktis terhadap potensi ancaman di zona terluar perbatasan.

2. Akuisisi Kapal Selam Scorpene Evolved Berteknologi Litium-Ion

Di sektor maritim, komitmen memperkuat poros laut diwujudkan lewat kerja sama strategis pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved bersama Naval Group Prancis di PT PAL Indonesia.

Penguasaan teknologi baterai Litium-Ion ini memberikan kemampuan senyap (stealth) yang jauh lebih lama di bawah air, memperkokoh pengamanan wilayah ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) dari penyusupan armada asing.

Keunggulan operasional ini membuat armada kita mampu mengunci dan mengawasi celah maritim strategis tanpa terdeteksi, sekaligus menciptakan efek gentar psikologis yang sangat masif bagi angkatan laut negara asing.

Medium Tank HarimauMedium Tank HarimauMedium Tank HarimauMedium Tank Harimau
Sumber :
  • Dok PT Pindad

3. Modernisasi Armada Darat lewat Tank Harimau dan Panser Pandur

TNI Angkatan Darat kini diperkuat oleh produksi massal Tank Medium Harimau hasil kerja sama industri pertahanan dalam negeri dengan global, serta ranpur infanteri mekanis Panser Pandur 8x8.

Keberhasilan ini secara drastis meningkatkan mobilitas taktis, daya gempur, dan proteksi personel di garis depan pertahanan domestik maupun perbatasan wilayah daratan.

Melalui pencapaian ini, pasukan darat kita memperoleh keunggulan mobilitas superior di medan tropis yang sulit, sekaligus mempercepat tercapainya kemandirian penuh teknologi industri pertahanan strategis dalam negeri.

4. Penambahan Pasukan dan Penguatan Struktur Komando Taktis AD

Pemerintahan ini sukses melakukan restrukturisasi organisasi militer matra darat dengan menambah jumlah personel aktif serta memperluas pembentukan satuan-satuan komando kewilayahan baru (Kodam) strategis di daerah perbatasan dan pulau terluar.

Langkah ini memastikan respons cepat terhadap potensi ancaman konvensional maupun insurgensi.

Restrukturisasi ini memberikan kita keunggulan proyeksi kekuatan yang merata di wilayah kepulauan, meniadakan celah pertahanan kosong, dan memastikan stabilitas keamanan domestik terjaga secara absolut selama dua puluh empat jam.

5. Ekspansi Kekuatan Armada Kapal Perang Frigat Korvet Matra Laut

Selain kapal selam, TNI Angkatan Laut mendapat suntikan kekuatan ofensif melalui modernisasi sistem persenjataan kapal cepat rudal (KCR) dan percepatan program pembangunan kapal Frigat Arrowhead 140.

Penambahan kekuatan ini memastikan bahwa kesiapan operasi (combat readiness) matra laut berada di level tertinggi untuk menjaga stabilitas kedaulatan maritim.

Peningkatan kuantitas dan kualitas ini memberi Indonesia keunggulan kendali laut (sea control) yang kokoh, mengamankan jalur logistik laut internasional, serta mampu menetralisir ancaman armada kapal permukaan lawan secara efektif.

6. Penguatan Sistem Pertahanan Udara dan Radar Jarak Jauh (GCI)

Kedaulatan dirgantara diperkokoh melalui pengadaan sistem radar Ground Controlled Interception (GCI) baru untuk mendeteksi ancaman seperti drone bunuh diri hingga rudal balistik.

Penguatan ini melengkapi pengadaan alutsista udara utama, menciptakan kubah pertahanan udara berlapis yang memagari objek vital nasional.

Integrasi radar GCI ini melahirkan keunggulan kesadaran situasional yang presisi, menghilangkan titik buta deteksi pertahanan, dan menjamin ruang udara yurisdiksi Indonesia steril dari penyusupan musuh.

7. Peningkatan Kesejahteraan, Kualitas Korps Personel, dan Pendidikan Militer

Keberhasilan nyata pertahanan tidak hanya diukur dari mesin perang, tetapi juga dari kesiapan prajurit.

Dalam dua tahun ini, investasi besar dialokasikan untuk pembenahan perumahan dinas, jaminan kesehatan, serta pembaruan kurikulum pendidikan militer di ketiga matra guna mencetak perwira modern yang menguasai ilmu perang modern.

Kombinasi kebijakan ini menghasilkan keunggulan sumber daya manusia yang bermental baja, memiliki loyalitas tinggi, serta menguasai ilmu perang hibrida termasuk perang siber dan asimetris.

8. Integrasi Tri-Matra Menuju Postur Pertahanan Modern Berbasis Teknologi

Capaian puncak dua tahun ini adalah pembentukan arsitektur komando gabungan yang mengintegrasikan matra darat, laut, dan udara dalam satu sistem komando berbasis network-centric warfare.

Sinergi ini memastikan bahwa penambahan pasukan dan alutsista baru di ketiga matra berfungsi sebagai satu kesatuan pemukul yang utuh, efektif, dan mematikan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Sistem terpadu ini menghadirkan keunggulan komando yang kilat, memangkas birokrasi operasi militer, serta menciptakan kekuatan pemukul multidimensi yang sangat mematikan di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis.

Masa Depan Pertahanan Nasional Sebagai Adidaya Regional

Delapan capaian strategis di bidang pertahanan ini membuktikan bahwa dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi Indonesia untuk menjadi macan Asia yang disegani, sebagai kekuatan adidaya regional di Asia Tenggara.

Melalui sinergi pengadaan alutsista canggih, penambahan postur pasukan yang presisi di ketiga matra, serta maksimalisasi pemanfaatan industri pertahanan dalam negeri, kedaulatan Indonesia kini makin berdiri tegak di atas pilar kekuatan nyata.

Narasi keberhasilan ini adalah bukti otentik komitmen kepemimpinan nasional demi menjaga kedaulatan, keselamatan dan kepentingan nasional tumpah darah Indonesia, hari ini dan di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun demikian, seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral