- Facebook Pelita Bandung Raya/Instagram Ligina.klasik
Masih Ingat Dejan Gluscevic? Legenda Sepak Bola Liga Indonesia yang Menginspirasi Lahirnya Klan 'Dejan' di Jawa Barat
Di sana, ia berhasil menembus partai puncak sebelum akhirnya dikandaskan oleh tim Ottawa Wizards. Selain menjabat pelatih di North York Astros, Gluscevic juga mendapat mandat sebagai pelatih di National Training Centre of Ontario Soccer Association dalam kurun 2001 sampai 2005.
Selepas kiprah manisnya di Kanada sebagai pelatih, Gluscevic pulang ke tanah airnya karena mendapat kuasa untuk melatih tim junior Red Star pada periode 2006 hingga 2010.
Selain itu, pada tahun 2006 dirinya juga sempat mengabdi di FSSCG, federasi sepakbola Serbia-Montenegro (pasca-perpecahan Yugoslavia) guna duduk di jajaran tim pelatih tim nasional Serbia-Montenegro dan timnas U-19 Wanita Serbia-Montenegro.
Kariernya sebagai pelatih panjang, usai petualangan di atas, pada 2010 sampai 2014, Gluscevic dipanggil asosiasi sepakbola Singapura, SAF, untuk melatih timnas U-19 Singapura.
Tak hanya itu saja, Gluscevic sekaligus menjabat sebagai direktur teknik. Dirinya bersama mentornya, Slobodan Pavkovic, adalah sosok yang mengembangkan program Junior Center of Excellence.
Gluscevic sangat berkontribusi terhadap program pembinaan bakat-bakat muda di sana.
Pada sebuah pertandingan di kualifikasi Piala Asia U-19, Singapura berhasil menahan imbang timnas U-19 Indonesia besutan Indra Sjafri di Stadion Nasional Hong Kong.
Laga tersebut cukup memanggil ingatan masyarakat tanah air terhadap sosok Gluscevic yang karismatik semasa berkarier di Indonesia.
Bahkan laga itu cukup mengapungkan isu bahwa ia bakal kembali ke Indonesia sebagai pelatih. Kabar berhembus, Gluscevic diminati oleh salah satu klub nasional hingga timnas U-19.
Akan tetapi, kabar tersebut hanya isu belaka karena setelah mengakhiri kontrak bersama SAF, ia memutuskan kembali ke Serbia untuk menangani Donji Srem dari tahun 2014 sampai 2016.
Menariknya, ia tak pernah menganggur lama sebagai pelatih. Usai masa kerjanya di Donji Srem kedaluwarsa, Gluscevic menjadi incaran VFF, federasi sepakbola Vanuatu.
Agaknya keberhasilan mengembangkan bibit-bibit pesepakbola di Singapura terdengar hingga Vanuatu. Ia ditawari melatih timnas Vanuatu U-20 pada 2016-2017.
Dejan mendapatkan target yang berat untuk memimpin timnya berlaga di kualifikasi Piala Dunia U-20 pada tahun 2016.
Bersama Gluscevic, laju Vanuatu U-20 cukup sukses. Mereka tampil sebagai finalis Piala OFC U-20 2016. Capaian itu mengantar mereka tampil di Piala Dunia U-20 2017.