- Facebook Pelita Bandung Raya/Instagram Ligina.klasik
Masih Ingat Dejan Gluscevic? Legenda Sepak Bola Liga Indonesia yang Menginspirasi Lahirnya Klan 'Dejan' di Jawa Barat
Sayangnya, Vanuatu U-20 dibuat tak berdaya oleh Venezuela, Meksiko, dan Jerman sehingga finis dengan status juru kunci Grup B pada fase penyisihan.
Begitu kontraknya dengan Vanuatu U-20 berakhir, Gluscevic kembali ke Serbia untuk menjadi asisten pelatih di klub FK Zemun. Sementara kini, ia menjadi salah satu staf kepelatihan di tim senior Red Star Belgrade.
Lahirnya Klan Dejan yang Menjamur di Indonesia, Khususnya Jawa Barat
Dejan Gluscevic mungkin hanya sebentar berkarir di Indonesia, tetapi kegilaannya di lapangan bersama Mastrans Bandung Raya (MBR) pada musim 1995/1996 tetap dikenang oleh para penggemar sepak bola Indonesia.
Namanya begitu melegenda hingga banyak orang tua memberi nama anak mereka "Dejan," yang lahir antara 1995 hingga 2009.
Nama Dejan terdengar unik dan khas, menciptakan ikatan emosional yang kuat antara Gluscevic dan masyarakat.
Fenomena ini menciptakan semacam ikatan kekeluargaan di antara para "Dejan kecil". Beberapa orang bahkan menganggap ini sebagai klan tersendiri di Indonesia.
Gluscevic merasa terhormat bahwa banyak orang tua menamai anak mereka Dejan karena dirinya.
Ia menyatakan bahwa motivasi terbesarnya selama berkarir di Indonesia adalah bermain untuk para penggemar, termasuk "Dejan kecil".
Namun, kesibukan Gluscevic sebagai pesepakbola dan pelatih membuatnya jarang bisa bercengkrama dengan anak-anak bernama Dejan.
Seorang penggemar yang menamai anaknya Dejan pada tahun 1996 mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Gluscevic hanya bisa dilakukan lewat media daring.
Ketika Gluscevic mengunjungi Bandung sekitar lima tahun lalu, ia tidak sempat bertemu dengan para Dejan yang telah dewasa dan sibuk dengan kehidupannya.
Gluscevic hanya memenuhi undangan direksi klub Pelita Bandung Raya (PBR) dan menonton pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
Uniknya, meski banyak anak bernama Dejan yang diarahkan ke dunia sepak bola, belum ada yang mengikuti jejak sukses Gluscevic.
Banyak dari mereka akhirnya memilih jalan hidup di bidang lain seperti bisnis, jurnalistik, atau musik.
Nama adalah doa, dan meski nama Dejan membawa harapan besar, banyak dari mereka yang memilih jalur berbeda.