- instagram @karimbenzema @liverpoolecho
Kiprah Para Muslim di Tim-tim Juara Liga Champions
Internazionale Milano menyelingi kedigdayaan Barcelona. Inter memiliki pemain Muslim, gelandang pekerja keras dari Ghana, Sulley Muntari. Main menggantikan striker Goran Pandev, Muntari bertugas memperkuat lini tengah setelah Inter unggul 2-0 atas Bayern Muenchen dengan dua gol Diego Milito.
Keita Awali Tren Gelar Ganda
Semusim berikutnya, Barcelona jadi juara lagi. Dengan sedikit perombakan dari materi musim 2008-2009, squad pemenang edisi 2010-2011 tetap menghadirkan komposisi tiga pemain beragama Islam. Yaya Toure dan Thierry Henry sudah pindah, Eric Abidal dan Ibrahim Afellay datang sebagai pengganti.
Seperti Thierry Henry, Eric Abidal ialah mualaf asal Prancis dan main sejak menit awal di posisi bek kanan. Turut bergabung Abidal sebagai starter, dua rekannya, gelandang Keita dan Ibrahim Afellay, masuk sebagai pengganti babak kedua sewaktu Barca mengalahkan Manchester United, 3-1.
Seydou Keita berkalung medali emas kedua atau menjadi pemain Muslim peraih gelar juara terbanyak di Liga Champions setelah kapten tim nasional Mali juga menjadi bagian tim arahan Pep Guardiola kala merebut titel juara pada musim 2008-2009. Afellay ialah pemain nasional Belanda keturunan Maroko.
Menyusul sukses Yaya Toure bersama Barca pada 2009, seorang rekannya di tim nasional Pantai Gading, Salomon Kalou, ikut masuk daftar pemain Muslim yang menjadi juara Liga Champions. Sebagai pemain sayap, Kalou menyandang gelar pemenang bersama Chelsea saat meraih trofi perdana pada 2012.
Musim berikutnya, Bayern Muenchen mengambil giliran juara. Raksasa Jerman mengandalkan peran dominan Franck Ribery yang juga mendapat bantuan dari pemain Muslim Swiss keturunan Albania, Xherdan Shaqiri. Ribery, mualaf dari Prancis bahkan masuk nominasi peraih Ballon d’Or 2013.
Rekor Karim Benzema
Dua pria keturunan Muslim Afrika Utara, gelandang jangkar Sami Khedira, pria Jerman berdarah Tunisia, dan Karim Benzema, striker Prancis dari keluarga Aljazair, turut menjadi pemain starter sampai babak kedua saat Real Madrid memenangi derby dengan Atletico Madrid pada final Liga Champions 2014.
Karim Benzema kemudian tampil lagi pada ulangan derby Madrid pada final Champions League 2016. Dengan panduan Zinedine Zidane yang sudah jadi pelatih, Benzema merengkuh trofi keduanya, menyamai Seydo Keita sebagai Muslim peraih medali emas terbanyak di kompetisi tertinggi Eropa.