- Cremonese Official
Masuk Radar Juventus, Emil Audero Berpeluang Geser Kiper Utama Ikuti Skenario Maarten Paes di Ajax
tvOnenews.com - Juventus tengah bersiap melakukan revolusi di sektor penjaga gawang, dan nama Emil Audero tiba-tiba mencuat ke permukaan.
Kiper Timnas Indonesia itu disebut masuk radar Si Nyonya Tua untuk proyek perombakan besar di bawah mistar pada musim panas mendatang.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut manajemen klub Turin mulai memantau sejumlah opsi, khususnya penjaga gawang yang bisa memberi kedalaman skuad tanpa mengorbankan slot pemain lokal di Serie A dan Liga Champions.
- Cremonese Official
Di situlah nama Emil Audero menjadi menarik.
Kondisi internal Juventus memang sedang tidak stabil. Mattia Perin dikabarkan ingin mendapatkan peran utama, sementara Carlo Pinsoglio yang berusia 36 tahun berpotensi mempertimbangkan pensiun.
Situasi ini membuat Juventus membutuhkan setidaknya satu pelapis berkualitas atau bahkan calon suksesor jangka panjang.
Dalam laporan yang sama, Juventus juga memantau beberapa nama seperti Ivan Provedel, Lorenzo Montipò, Wladimiro Falcone, hingga Federico Ravaglia.
Namun Emil Audero memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki kandidat lain: ia adalah lulusan akademi Juventus.
- Reuters
Status tersebut sangat penting karena regulasi Serie A dan Liga Champions mengharuskan klub memiliki kuota pemain binaan sendiri. Artinya, mendatangkan Emil tidak akan membebani komposisi skuad.
Kontrak Emil bersama Cremonese dikabarkan akan berakhir pada Juni mendatang. Jika benar berstatus bebas transfer, Juventus tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memulangkannya ke Turin.
Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat itu memang memulai karier profesionalnya di Juventus.
Ia sempat promosi ke tim senior dan merasakan atmosfer juara sebelum akhirnya pindah ke Sampdoria secara permanen pada 2019 usai masa peminjaman yang sukses.
Musim ini bersama Cremonese, Emil tampil cukup konsisten. Ia sudah mencatatkan 22 penampilan dengan tujuh clean sheet.
- Instagram/emil_audero
Meski bermain di kasta kedua, performanya dinilai stabil dan berpengalaman untuk ukuran pelapis di klub besar.