- Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels)
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan, Pengamat Ingatkan Sensitivitas Diplomatik
Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah pihak mengemukakan pandangan bahwa rencana penayangan film Bollywood Maatrubhumi: May War Rest in Peace di Indonesia perlu dicermati secara proporsional karena mengangkat konflik perbatasan India dan Tiongkok di Lembah Galwan pada 2020, yang hingga kini masih menjadi isu sensitif dalam hubungan kedua negara.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat dukungan dari pihak-pihak di India untuk memperluas distribusi film tersebut ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dukungan itu disebut mencakup upaya memperkuat promosi dan memperbesar jangkauan penayangan agar film dapat menjangkau lebih banyak penonton.
Pengamat menilai perkembangan tersebut perlu disikapi dengan kehati-hatian mengingat Indonesia selama ini menganut politik luar negeri bebas dan aktif. Dalam konteks tersebut, berbagai produk budaya yang mengangkat isu geopolitik dinilai perlu dipahami tidak hanya sebagai karya hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika komunikasi dan diplomasi antarnegara.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri perfilman India memang menjadi sorotan karena munculnya sejumlah film yang dinilai membawa pesan politik atau ideologis tertentu. Fenomena ini memunculkan perdebatan, baik di dalam maupun luar India, mengenai batas antara ekspresi artistik dan penyampaian pesan politik melalui medium film.
Pada penyelenggaraan Festival Film Internasional India (IFFI) ke-53, sutradara Israel sekaligus ketua dewan juri saat itu, Nadav Lapid, pernah mengkritik film *The Kashmir Files*. Ia menilai film tersebut mengandung unsur propaganda dan penyajian yang bersifat manipulatif.
Di sisi lain, aktor sekaligus sutradara ternama India, Aamir Khan, juga pernah menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya polarisasi sosial dan menguatnya nasionalisme di negaranya. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi nilai inklusivitas yang selama ini menjadi salah satu kekuatan perfilman India.
Sejumlah pengamat kemudian menempatkan Maatrubhumi: May War Rest in Peace sebagai bagian dari tren film yang mengangkat isu nasionalisme dan konflik geopolitik. Karena mengangkat peristiwa Galwan, film tersebut dinilai berpotensi memunculkan beragam persepsi publik terkait hubungan India dan Tiongkok.
Seorang sutradara yang enggan disebutkan namanya menilai setiap film yang membawa tema politik atau konflik internasional perlu dipahami secara kritis oleh penonton. Menurut dia, masyarakat perlu memperoleh ruang untuk melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami konteks yang lebih luas.