news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic.
Sumber :
  • tvOne - Dwi RB

Persib Kembali 'Makan Korban' di Piala Presiden 2026, Berguinho dan Dion Markx Harus Menepi

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengabarkan kondisi Berguinho yang mengalami cedera. Pemain asal Brasil ini tumbang akibat masalah pada bagian engkel di laga kontra Tampines Rovers.
Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:43 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengabarkan kondisi Berguinho yang mengalami cedera. Pemain asal Brasil ini tumbang akibat masalah pada bagian engkel di laga kontra Tampines Rovers.

Penggawa Persib bertumbangan di ajang Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim ini memakan korban pertama ketika Dion Markx mengalami cedera hamstring ketika bertemu DPMM FC pada matchday kedua.

Berikutnya giliran Berguinho yang terpaksa ditandu keluar lapangan di laga berikutnya. Ada kesalahan pijakkan ketika melakukan pendaratan usai gerakan melompat dan membuatnya harus menepi.

Dari hasil pemeriksaan, Igor Tolic memberi kabar mengenai kondisi kedua pemainnya. Bahkan khusus bagi Berguinho, cederanya terbilang serius karena perlu waktu setidaknya satu bulan untuk pemulihan.

"Dion dipastikan absen untuk dua pertandingan ini. Berguinho absen minimal satu bulan. Jadi kami masih punya dua pertandingan lagi dan tradisi ada pemain cedera di Piala Presiden ini terus berlanjut," kata Igor dalam wawancara di Lapangan Pendamping GBLA, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).

Igor sendiri menyoroti soal riwayat buruk Persib ketika mengikuti Piala Presiden. Karena selalu ada pemain yang mengalami cedera ketika bertanding di turnamen pramusim ini.

Pada tahun 2022, Ciro Alves mengalami patah tulang bahu dan Victor Igbonefo menderita patah tulang pipi. Kemudian pada tahun 2024, Febri Hariyadi terpaksa naik meja operasi akibat cedera ACL (anterior cruciate ligament).

Tradisi berlanjut di tahun 2025 saat Achmad Jufriyanto mengalami patah tulang rusuk dan Saddil Ramdani bermasalah di lututnya. Igor menyebut bahwa intensitas turnamen ini terlalu tinggi sehingga menuntut pemain tampil mati-matian.

"Jadi ini selalu berdampak pada Persib karena kami memiliki pertandingan kualifikasi. Tahun lalu kami kehilangan beberapa pemain, tahun-tahun sebelumnya kami juga kehilangan beberapa pemain karena terlalu intensif untuk dimainkan," ujarnya.

Intensitas pertandingan di edisi 2026 juga dinilai semakin tinggi. Karena jumlah peserta ditambah dari semula enam menjadi delapan pada tahun ini. Artinya setiap grup berisikan empat tim dan juga jarak antar laganya begitu singkat.

Selain itu, ada dua pertandingan tambahan juga pada babak semifinal dan final. Hal itu membuat setiap kontestan dituntut untuk bermain dengan kompetitif tapi tidak punya cukup waktu melakukan recovery.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:51
04:45
01:30
01:23
06:42
38:14

Viral