- Istimewa
Persikotas Resmi Bermarkas di Stadion Galuh Ciamis, Satukan Kekuatan Sepak Bola Priangan Timur dengan PSGC
Jakarta, tvOnenews.com - Persikotas Tasikmalaya Nusantara FC resmi menggunakan Stadion Galuh Ciamis sebagai homebase untuk menjalani kompetisi Liga 3 musim 2026/2027. Kepastian markas baru ini diputuskan setelah manajemen Persikotas dan PSGC Ciamis menggelar pertemuan di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Minggu (20/9/2026) sore.
Kolaborasi kedua klub ini digadang-gadang menjadi langkah awal kolaborasi dua klub dari wilayah bertetangga di Priangan Timur. Diketahui bahwa kolaborasi ini dimotori oleh Penasihat Persikotas Undang Sudrajat.
CEO Persikotas Kota Tasikmalaya H Ecep Suwardaniyasa menyampaikan apresiasi kepada CEO PSGC Ciamis yang juga Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, karena telah memberikan kesempatan kepada Persikotas untuk menjadikan Stadion Galuh sebagai kandang.
Penggunaan stadion secara bersama dinilai menjadi wujud kolaborasi antardaerah di Priangan Timur. Selain membantu memenuhi kebutuhan stadion untuk kompetisi tingkat nasional, kerja sama tersebut diharapkan mempererat hubungan antara pendukung Laskar Singacala dan Laskar Wiradadaha.
"Pertama, tentu kami mengucapkan terima kasih kepada CEO PSGC yang juga Bupati Ciamis, Pak Herdiat, atas penerimaannya yang sangat baik. Ini menjadi awal yang bagus untuk kolaborasi dan masa depan sepak bola Priangan Timur," kata Ecep.
Menurut Ecep, kerja sama kedua klub tidak berhenti pada penggunaan Stadion Galuh sebagai homebase Persikotas.
Sebab, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi di bidang pembinaan pemain hingga pengembangan sport tourism di Priangan Timur.
"Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Ciamis dan para suporter Laskar Singacala. Ini menjadi penanda hubungan baik ke depan antara Singacala dengan Wiradadaha," ujarnya.
Ecep menegaskan bahwa Persikotas dan PSGC memiliki peran penting dalam perkembangan sepak bola di Priangan Timur. PSGC kini berkompetisi di Liga 2, sedangkan Persikotas akan tampil di Liga 3.
Kondisi tersebut membuka ruang kerja sama, khususnya dalam pembinaan dan pengembangan pemain muda dari kawasan Priangan Timur.
"Kerja sama ini bukan hanya strategis untuk pelaksanaan Liga 3, tetapi juga dalam hal pembinaan dan membangun potensi sport tourism. Termasuk bagaimana pemain-pemain muda bisa dikolaborasikan di dua klub yang menjadi motor penggerak sepak bola di Priangan Timur," katanya.