- Malaysia NT
Malaysia Terus Cari Kambing Hitam, Kini Wakil Vietnam di Komite Disiplin FIFA Jadi Sorotan
Jakarta, tvOnenews.com - Malaysia terus mencari kambing hitam setelah FIFA memberikan sanksi pada Federasi Sepak Bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia dianggap ilegal setelah dokumen mereka dituduh palsu oleh FIFA.
Tak terima dengan keputusan tersebut, Malaysia pun terus mencari kambing hitam. Kali ini, wakil Vietnam di FIFA menjadi sorotan publik Malaysiia.
Media Malaysia, Makan Bola mengaitkan bahwa keputusan FIFA untuk memberikan sanksi ini ada andil dari sosok pembuat keputusan.
"Persoalan yang lebih menarik perhatian kini bukan hanya tentang kesalahan teknikal yang diputuskan, tapi juga tentang siapa sosok di balik proses pembuat keputusan," tulis laporan Makan Bola dikutip Minggu (28/9/2025).
Media Malaysia tersebut membuka beberapa nama yang masuk dalam Komite Disiplin FIFA. Dipimpin oleh sosok asal Uni Emirat Arab, Mohammed Al Kamali, terdapat banyak anggota Komite Disiplin FIFA dari berbagai negara.
Sebut saja figur internasional asal Arab Saudi, Bandar Al-Hamidani dan yang paling mencuri perhatian adalah perwakilan Vietnam, Nguyen Thi My Dung.
"Nguyen Thi My Dung merupakan sosok berpengalaman yang sudah lama berada di Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dan berpengalaman di Asia," tulis laporan Makan Bola.
"Kehadirannya dalam Komite Disiplin PSSI dianggap sebagai pengakuan Asia Tenggara di mata dunia. Tapi dalam konteks Malaysia, kehadirannya menimbulkan bayangan konflik kepentingan," lanjut laporan tersebut.
Tak ada yang tahu apakah sosok perwakilan Vietnam ini mempengaruhi keputusan FIFA dalam memberikan sanksi pada Malaysia. Namun integritas dan netralitas wakil Vietnam ini menjadi pertanyaan.
Apalagi, Vietnam dan Malaysia merupakan lawan di Kualifikasi Piala Asia 2027 yang dibahas dalam sanksi Komite Disiplin FIFA tersebut.
Sebenarnya, masih ada wakil Asia Tenggara lain di FIFA yakni wakil Singapura, Abdul Salim Ahmed Ibrahim. Namun sosok Nguyen Thi My Dung benar-benar menjadi pertanyaan bagi suporter Malaysia.
"Bagi Malaysia, ini bukan cuma soal hukuman yang mereka harus terima, tapi juga tentang keadilan dalam proses menjatuhkan keputusan. Kehadiran wakil negara serantau yang juga lawan jelas memberikan opini bahwa keputusan FIFA harus dipertanyakan," tutup laporan tersebut.