news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Sumber :
  • FA Malaysia

Drama FAM Memanas! AFC Tegaskan Pengunduran Diri Harus Diikuti Reformasi Total

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) harus melakukan proses pembersihan internal secara mandiri jika ingin terhindar dari risiko intervensi FIFA.
Jumat, 23 Januari 2026 - 00:08 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) harus melakukan proses pembersihan internal secara mandiri jika ingin terhindar dari risiko intervensi FIFA.

Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John mengklarifikasi bahwa pengunduran diri massal seluruh dewan eksekutif FAM bukanlah perintah atau arahan dari AFC. 

Ia menegaskan, AFC hanya menyampaikan sejumlah opsi kepada federasi sepak bola Malaysia di tengah krisis tata kelola yang tengah dihadapi.

Dalam wawancara eksklusif dengan Timesport, Windsor menampik anggapan bahwa AFC mendorong pengunduran diri massal para petinggi FAM.

“Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya mengangkat isu-isu tersebut untuk didiskusikan. Mereka harus membuat keputusan sendiri,” ujar Windsor saat ditanya apakah gagasan pengunduran diri massal berasal dari rekomendasi AFC.

Meski demikian, Windsor menekankan bahwa pengunduran diri tidak boleh sekadar menjadi formalitas tanpa diiringi langkah reformasi yang nyata. 

Menurutnya, akuntabilitas hanya dapat tercapai jika dibarengi dengan perubahan struktural yang menyeluruh.

“Mengundurkan diri hanya demi mengundurkan diri, lebih baik tidak mengundurkan diri sama sekali,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa reformasi sejati harus mencakup peninjauan undang-undang, evaluasi kebijakan, serta audit administratif yang komprehensif.

Windsor menegaskan bahwa posisi AFC jelas, yakni pengunduran diri dan reformasi harus berjalan beriringan sebagai satu paket. Jika situasi tidak ditangani dengan serius, konsekuensi internasional yang berat bisa menanti FAM.

“Mereka mungkin sedang mempertimbangkan intervensi FIFA yang melibatkan hukuman berat seperti skorsing, jika situasinya tidak membaik,” ujarnya.

Menurut Windsor, FAM kini hanya memiliki dua pilihan. Pertama, melakukan pembersihan dan reformasi secara mandiri. Kedua, mengambil risiko intervensi FIFA melalui pembentukan Komite Normalisasi.

“Di organisasi mana pun, Anda memiliki dua pilihan, Anda dipaksa untuk berubah atau Anda berubah sendiri,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa audit dari AFC baru akan dilakukan setelah komite eksekutif FAM mengambil keputusan resmi. 

Windsor mengatakan proses audit akan disesuaikan dengan tingkat keparahan persoalan tata kelola yang ditemukan.

Pada akhirnya, Windsor menilai seluruh proses bergantung pada rapat dewan eksekutif FAM yang akan datang. Jika dewan memutuskan untuk tidak melanjutkan pengunduran diri, seluruh rencana reformasi berpotensi menjadi tidak relevan.

“Jika mereka memutuskan untuk tidak mengundurkan diri, semua ini akan menjadi tidak valid,” ujarnya.

Sebelumnya, Timesport melaporkan sejumlah tokoh senior FAM telah mengajukan pengunduran diri sebagai langkah darurat untuk melindungi federasi dari ancaman sanksi dan kemungkinan diskors oleh FIFA.(ant/lgn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral