- REUTERS/Kevin Lamarque
Dampingi Donald Trump, IOC Pastikan Presiden FIFA Gianni Infantino Netral dari Politik
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino menjadi sorotan karena mendampingi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam forum Board of Peace.
Hal ini membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) turun tangan dengan memastikan Gianni Infantino tidak melakukan pelanggaran terhadap prinsip netralitas politik yang diatur dalam Piagam Olimpiade.
Gianni Infantino, yang juga merupakan anggota IOC, hadir dalam pertemuan perdana Board of Peace yang membahas rencana rekonstruksi Gaza pascakonflik. Kehadirannya di forum tersebut sempat menimbulkan pertanyaan, terlebih ia terlihat mengenakan topi merah bertuliskan “USA” dengan angka “45-47” di bagian samping topu, yang merujuk pada masa kepresidenan Trump.
Dilansir dari ilaman The Athletic, Presiden IOC, Kirsty Coventry, awalnya mengaku belum mengetahui kehadiran Infantino dalam acara tersebut. Ia kemudian menyampaikan bahwa IOC akan meninjau situasi tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap aturan netralitas politik.
Namun setelah melakukan komunikasi dengan FIFA, IOC akhirnya menyatakan bahwa partisipasi Infantino masih dalam koridor peran organisasi olahraga internasional. Dalam pernyataan resmi yang dirilis kepada media, IOC menegaskan posisi mereka.
“IOC telah berkomunikasi dengan FIFA. Kami memahami bahwa FIFA mendukung, melalui sepak bola, sebuah program investasi pemulihan olahraga yang komprehensif di Gaza, Palestina, dengan menyediakan infrastruktur olahraga, pendidikan, dan proposal pengembangan atlet elite,” ujar juru bicara IOC, dikutip Minggu (22/2/2026).
“Hal ini sepenuhnya sejalan dengan peran Federasi Olahraga Internasional," lanjut pernyataan IOC.
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas bahwa keterlibatan FIFA dinilai sebagai bagian dari upaya pemulihan melalui olahraga, bukan sebagai bentuk dukungan politik terhadap pihak tertentu. IOC juga menambahkan bahwa mereka sendiri selama ini aktif mendukung pengembangan olahraga di kawasan tersebut melalui program Olympic Solidarity.
“IOC, melalui Olympic Solidarity yang merupakan sarana pengembangan kami, telah dan terus mendukung pengembangan olahraga di kawasan tersebut," lanjut pernyataan IOC.
Dalam kesempatan yang sama, FIFA mengumumkan kemitraan formal dengan Board of Peace untuk mendukung regenerasi Gaza melalui tiga tahap program. Salah satu proyek yang direncanakan adalah pembangunan stadion berkapasitas 20 ribu penonton dalam kurun tiga tahun setelah proyek dimulai.
Trump dalam pernyataannya menyebut FIFA akan membantu menggalang dana sebesar 75 juta dolar AS untuk berbagai proyek di Gaza. Ia juga menyatakan keinginannya agar “bintang-bintang terbesar dunia” dapat terlibat dalam inisiatif tersebut.
Meski demikian, pernyataan resmi FIFA pada hari itu tidak menjelaskan secara rinci sumber pendanaan maupun mekanisme penggalangannya. Tidak ada pula keterangan apakah Asosiasi Sepak Bola Palestina telah dilibatkan dalam perencanaan tersebut.
Sumber internal FIFA yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa federasi tengah berkolaborasi dengan Board of Peace untuk menentukan proyek prioritas serta calon kontributor pendanaan. Mereka mengklaim sudah ada sejumlah negara yang menyatakan minat berinvestasi, meski identitasnya belum dapat dipublikasikan.
Isu netralitas politik dalam olahraga memang selalu sensitif. Piagam Olimpiade secara tegas menyebutkan bahwa anggota IOC harus bertindak independen dan tidak menerima mandat dari pemerintah atau organisasi mana pun yang dapat memengaruhi kebebasan tindakan mereka. (hfp)