- instagram.com/azzurri/
Keuntungan Finansial yang Menanti jika Timnas Italia Dipilih FIFA untuk Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Ada keuntungan finansial yang menanti jika FIFA memilih Timnas Italia sebagai pengganti Iran di Piala Dunia 2026. Ide mengenai playoff darurat mencuat seiring dengan potensi Iran dicoret.
Partisipasi Team Melli di Piala Dunia 2026 dipertanyakan menjelang turnamen. Meski sudah lolos sejak tahun lalu, masalah geopolitik membuat Timnas Iran bisa dicoret dari Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) merasa para pemain dan delegasi tim nasional tidak aman karena harus main di Amerika Serikat. Team Melli harus menghadapi Belgia, Mesir, dan juga Selandia Baru di fase grup.
FFIRI telah mencoba membujuk FIFA memindahkan venue. Terlebih, Kanada dan juga Meksiko juga tersedia sebagai tuan rumah.
Namun FIFA menolaknya karena alasan logistik. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasinya lewat sebuah konferensi pers.
“FIFA pada akhirnya memutuskan untuk tidak bisa memindahkan venue original mereka,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Mexico City, dilansir Aljazeera.
“Itu [relokasi] akan membuat logistik menjadi terlalu rumit, dan keputusan ini diambil oleh FIFA,” tambahnya.
Hal ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan FIFA menggelar turnamen playoff dadakan. Sebagaimana dilansir dari laporan The Athletic dan RMC Sport, Timnas Italia bisa menjadi yang terpilih ikut.
Turnamen itu menyertakan dua tim Asia dan dua tim Eropa. Sebagai tim peringkat FIFA terbaik yang gagal lolos, peluang Italia untuk ikut serta terbuka lebar.
Ketidakhadiran Gli Azzurri di Piala Dunia 2026 memang disayangkan. Tim asuhan Gennaro Gattuso itu kandas lewat adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di final playoff.
Italia merupakan juara dunia empat kali. Namun, mereka tidak pernah tampil di Piala Dunia sejak edisi 2014 silam.
Kehadiran Italia di Piala Dunia juga akan meningkatkan nilai jual Piala Dunia secara keseluruhan. Menurut warta dari media Italia, Libero, stasiun televisi setempat, RAI, akan mendapatkan pemasukan tambahan yang luar biasa sebelum Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Stasiun televisi milik negara tersebut membayar 70 juta euro (Rp1,4 triliun) untuk 35 pertandingan di Piala Dunia 2026. Mereka terhindar dari pembayaran 120 juta euro (Rp2,4 triliun) karena Italia gagal lolos.
Jika berhasil tampil di Piala Dunia 2026, maka pemasukan akan bertambah tentunya. Sedangkan, dua pertandingan playoff tambahan juga diharapkan akan meningkatkan pemasukan RAI.
“Kemungkinan Italia diterima kembali—seperti yang diantisipasi—juga akan memiliki implikasi finansial yang signifikan, terutama bagi RAI. Lembaga penyiaran negara tersebut membayar €70 juta untuk mengamankan hak siar TV untuk 35 pertandingan Piala Dunia (berkat klausul yang menghindari pembayaran €120 juta jika Italia tereliminasi) dan sekarang diminta untuk mengembangkan rencana untuk mengembalikan pengeluaran tersebut,” tulis Libero.
“Meskipun Italia, jika memenuhi syarat, akan menghadapi babak play-off yang sangat sulit mengingat situasi saat ini, turnamen mini tersebut akan memastikan RAI menyiarkan dua pertandingan tambahan (semifinal melawan Oman dan potensi final melawan Denmark, rintangan yang sulit bagi Azzurri) untuk mengamankan pendapatan iklan yang meroket sebelum Piala Dunia dimulai tanpa tim nasional kita,” tambahnya. (rda)