- REUTERS/Phil Noble
Keluarga Glazer Siap Jual Massal Saham Manchester United
Jakarta, tvOnenews.com – Kabar mengejutkan datang dari panggung Premier League. Raksasa Inggris, Manchester United (MU), berpotensi besar mengalami perombakan kepemilikan besar-besaran lagi.
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa beberapa anggota keluarga Glazer kini mulai goyah dan sedang mempertimbangkan serius untuk menjual saham mereka.
Sejak pertama kali mencengkeram Setan Merah pada 2005, keluarga konglomerat asal AS ini memang tidak pernah diterima oleh publik Old Trafford.
Gelombang protes dari para fans seolah sudah menjadi menu mingguan yang wajib ada di setiap laga United. Kini, setelah lebih dari 20 tahun berkuasa, keretakan di internal keluarga Glazer mulai terendus media.
Menurut laporan eksklusif dari The Sun, Kamis, 4 Juni 2026, beberapa pemegang saham dari keluarga Glazer yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dilaporkan sudah muak dan ingin melepas sebagian atau bahkan seluruh kepemilikan saham mereka di MU.
Efek rumor ini langsung membuat lantai bursa bergejolak! Harga saham Manchester United langsung meroket tajam sebesar 7 persen di Bursa Saham New York (NYSE).
Lonjakan ini membuat nilai pasar klub melonjak drastis hingga menyentuh angka fantastis £2,7 miliar (Rp56 triliun).
Utang dan hubungan rumit dengan Sir Jim Ratcliffe
Isu penjualan saham ini mencuat justru setelah dua tahun miliarder Inggris, Sir Jim Ratcliffe, masuk ke jajaran pemilik klub. Bos besar INEOS tersebut sebelumnya membeli 27,7 persen saham MU senilai £1,3 miliar, dan baru-baru ini menambah investasinya lagi sebesar £79,2 juta hingga kepemilikannya naik menjadi 28,9 persen sekaligus memegang kendali penuh atas operasional sepak bola klub.
Kenapa fans MU sangat membenci keluarga Glazer? Jawabannya ada pada sejarah kelam skema pembelian klub 21 tahun lalu:
- Skandal Pembelian Berutang: Keluarga Glazer membeli MU bukan menggunakan uang pribadi mereka, melainkan melalui skema leveraged buyout (berutang menggunakan aset klub sebagai jaminan). Akibatnya, United yang tadinya bebas utang, mendadak dibebani utang raksasa sebesar £235 juta pada awal 2010.
- Sejak Sir Alex Ferguson dan CEO David Gill mundur pada 2013, MU langsung kering prestasi dan terus menyaksikan rival seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, hingga Arsenal bergantian mengangkat trofi juara.
Fans tetap murka
Ironisnya, rumor penjualan saham ini berembus tepat ketika performa Setan Merah di lapangan hijau sebenarnya sedang membaik.
- Musim Horor 2025: MU sempat mencatatkan sejarah terburuk sepanjang masa di Premier League dengan finis di peringkat ke-15.
- Kebangkitan Musim Ini: Di bawah pengelolaan baru, MU berhasil bangkit secara dramatis dan sukses finis di peringkat ke-3, yang berarti mereka resmi mengunci tiket kembali ke Liga Champions musim depan. Meski prestasi klub membaik, kemarahan suporter ternyata belum padam.
Pada Maret lalu, gelombang protes baru kembali meledak di sekitar stadion. Kali ini, spanduk dan nyanyian kecaman dari fans tidak hanya ditujukan kepada keluarga Glazer, melainkan juga menyasar sang pemilik baru, Sir Jim Ratcliffe. Apakah penjualan saham massal ini akan menjadi akhir dari drama panjang di Old Trafford? Kita tunggu saja!