news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dijuluki Messi Iran, Sardar Azmoun Justru Tak Masuk Skuad Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Mengapa 'Messi Iran' Tiba-Tiba Hilang dari Piala Dunia 2026?

berbagai laporan menyebut absennya sang penyerang yang berjuluk Messi dari Iran itu dari Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kontroversi di luar lapangan.
Kamis, 4 Juni 2026 - 18:40 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Sardar Azmoun kembali menjadi perbincangan setelah tidak tercantum dalam daftar pemain Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026. Absennya penyerang berpengalaman tersebut memunculkan berbagai spekulasi karena selama bertahun-tahun ia menjadi salah satu figur penting di lini depan timnas berjuluk Team Melli tersebut.

Lahir di Gonbad-e Kavus, Iran, pada 1 Januari 1995, Azmoun tumbuh menjadi salah satu pesepak bola paling menonjol yang dimiliki negaranya. Kemampuan mencetak gol, pergerakan tanpa bola, serta naluri menyerang yang tajam membuatnya kerap mendapat julukan 'Messi Iran' sejak usia muda.

Karier profesional Azmoun dimulai bersama Rubin Kazan pada 2013. Di klub Rusia itu, ia mulai menunjukkan potensinya sebagai penyerang masa depan Iran. Setelah menjalani dua musim, Azmoun memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui masa peminjaman di Rostov.

Bersama Rostov, performanya mengalami peningkatan signifikan. Pada musim pertamanya, ia mampu mencatatkan 12 gol dari 35 pertandingan. Kontribusi tersebut membuat Rostov memutuskan untuk mempermanenkan statusnya. Meski produktivitasnya menurun pada musim berikutnya, Azmoun tetap menjadi salah satu penyerang muda yang diperhitungkan di kompetisi Rusia.

Perjalanan kemudian membawanya kembali ke Rubin Kazan sebelum memasuki fase terbaik dalam karier klubnya. Pada 2019, Azmoun bergabung dengan Zenit Saint-Petersburg dan menjelma menjadi mesin gol andalan tim. Ia mengoleksi lebih dari 50 gol dan berperan penting dalam sejumlah keberhasilan Zenit di kompetisi domestik dalam rentang tiga tahun.

Ketajamannya di Rusia membuka jalan menuju kompetisi yang lebih kompetitif. Bayer Leverkusen merekrutnya pada 2022 untuk berkiprah di Bundesliga. Setelah itu, ia sempat menjalani masa peminjaman bersama AS Roma di Italia sebelum melanjutkan karier di Uni Emirat Arab bersama Shabab Al Ahli.

Di level internasional, Azmoun melewati berbagai jenjang kelompok umur sebelum menjadi andalan tim senior Iran. Ia memperkuat tim nasional U-17, U-19, dan U-20 sebelum akhirnya menembus skuad utama. Dalam kariernya bersama tim senior, Azmoun mencatatkan lebih dari 90 penampilan dan menyumbangkan 57 gol, sebuah catatan yang menempatkannya di antara pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Iran.

Ketidakhadirannya di Piala Dunia 2026 menjadi perhatian besar karena statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Iran. Apalagi, pada edisi Piala Dunia sebelumnya, Azmoun menjadi tandem utama Mehdi Taremi di lini serang.

Sebelum pengumuman skuad final, pelatih Amir Ghalenoei diketahui telah beberapa kali tidak memasukkan nama Azmoun dalam agenda tim nasional. Namun, berbagai laporan menyebut absennya sang penyerang tidak lepas dari kontroversi di luar lapangan.

Saat berkarier di Dubai bersama Shabab Al Ahli, Azmoun sempat mengunggah foto pertemuannya dengan pejabat tinggi Uni Emirat Arab di media sosial. Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi di tengah situasi geopolitik yang sensitif antara Iran dan Uni Emirat Arab. Meski foto itu akhirnya dihapus, kontroversi yang muncul tidak sepenuhnya mereda.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah besarnya kontribusi Azmoun bagi sepak bola Iran selama lebih dari satu dekade. Ia merupakan bagian penting dari generasi pemain yang membawa Iran tetap kompetitif di level Asia dan tampil di panggung dunia.

Kini, ketika Iran bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 tanpa dirinya, perjalanan Sardar Azmoun menjadi pengingat bahwa karier seorang pesepak bola tidak hanya ditentukan oleh performa di lapangan, tetapi juga oleh dinamika yang berlangsung di luar pertandingan. Apa pun alasan di balik absennya kali ini, nama Azmoun telah lebih dahulu menempatkan dirinya sebagai salah satu penyerang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Iran modern.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:01
00:57
00:53
05:22
01:12
07:33

Viral