- Instagram FIFA
Kiper-kiper Mulai Protes, Bola Piala Dunia 2026 Sulit Ditepis: Statistik Opta jadi Buktinya
"Ketika spesifikasi itu berpadu dengan cuaca yang berbeda, kepadatan udara, hingga hambatan udara pada bola yang berkurang, artinya bola tidak akan berputar sebanyak biasanya. Efek buruknya bagi kiper, bola bergerak sepersekian detik lebih cepat dari perkiraan kita," urainya.
Schmeichel menambahkan bahwa keanehan trajektori bola ini terlihat jelas pada gol pertama Kroasia ke gawang Pickford, serta gol-gol Lionel Messi yang bersarang ke gawang Luca Zidane.
"Intinya, industri ini ingin melihat lebih banyak gol tercipta, jadi mereka membuat bola yang memang dirancang khusus untuk mencetak gol," sambungnya mengkritik.
Statistik Opta: Rekor Gol Luar Kotak Penalti dan Blunder Meningkat Tajam
- REUTERS/Hannah Mckay
Pernyataan para kiper top tersebut bukan sekadar alibi, melainkan terbukti secara sahih lewat data statistik.
Hingga selesainya babak penyisihan grup, jumlah gol yang lahir dari luar kotak penalti tercatat melonjak dua kali lipat (20 gol) dibandingkan dengan total keseluruhan gol jarak jauh pada Piala Dunia 2022 lalu.
Berdasarkan data dari lembaga statistik olahraga Opta, jumlah kesalahan fatal penjaga gawang yang berujung gol juga mengalami kenaikan drastis.
Sejauh ini sudah tercipta 11 gol akibat kesalahan antisipasi, jumlah terbanyak di fase grup dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir.
Walau ada penambahan enam laga akibat ekspansi jumlah peserta turnamen, lonjakan angka ini tetap dinilai sangat signifikan.
"Berapa kali di level tertinggi sepak bola Anda melihat seorang kiper sudah berhasil menyentuh bola tetapi bola tetap masuk? Itu sangat jarang terjadi karena refleks mereka sangat bagus untuk membelokkan bola. Namun di turnamen ini, para kiper sering menyentuh bola di atas ketinggian bahu mereka dan tetap gagal menahannya. Jelas, ada sesuatu yang salah dengan bola ini," pungkas Joe Hart.