news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS

Terlihat Mulus tanpa Halang Rintang, Mengapa Argentina Mendapat Lawan "Mudah" di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Setelah tampil perkasa sepanjang fase grup, Timnas Argentina asuhan Lionel Scaloni dipastikan akan menghadapi tim kejutan, Tanjung Verde, di babak 32 besar.
Minggu, 28 Juni 2026 - 21:21 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perjalanan tim nasional Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia tampaknya berjalan sangat mulus di Piala Dunia 2026.

Setelah tampil perkasa sepanjang fase grup, skuad asuhan Lionel Scaloni dipastikan akan menghadapi tim kejutan, Tanjung Verde, di babak 32 besar.

Di atas kertas, menghadapi negara kepulauan kecil asal Afrika ini tentu menjadi keuntungan yang luar biasa bagi sang juara bertahan dibandingkan jika mereka harus langsung bentrok dengan tim-tim raksasa dunia lainnya di awal fase gugur.

 

1. Keuntungan status juara Grup J

Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi saat Cetak Gol di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

Faktor utama di balik skenario menguntungkan ini adalah keberhasilan Argentina merajai Grup J dengan performa yang sangat meyakinkan.

Albiceleste menyapu bersih kemenangan di fase grup untuk keluar sebagai juara grup yang dominan. Berdasarkan regulasi bagan fase gugur FIFA untuk format baru 48 tim, juara Grup J dijadwalkan otomatis bertemu dengan runner-up dari Grup H.

Status juara grup inilah yang menjadi proteksi regulasi krusial bagi Argentina agar terhindar dari pertemuan dini melawan sesama tim raksasa.

 

2. Tanjung Verde beri kejutan

Pemain Timnas Tanjung Verde, Dailon Livramento, mengibarkan bendera negaranya usai laga Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Taormina

Namun, kejutan besar yang terjadi di Grup H menjadi alasan utama mengapa lawan Argentina menjadi jauh lebih ringan. Grup H awalnya diprediksi akan dikuasai oleh kekuatan tradisional seperti Spanyol dan Uruguay.

Secara tidak terduga, Tanjung Verde yang berstatus sebagai tim debutan mampu tampil solid dengan meraih tiga hasil imbang berturut-turut melawan Arab Saudi, Uruguay, dan Spanyol.

Dengan koleksi tiga poin, mereka mengukir sejarah luar biasa sebagai negara terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia, mendepak Uruguay yang lebih diunggulkan.

 

3. Format baru yang menguntungkan

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni dan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Siphiwe Sibeko

Bagi Argentina, laga 32 besar yang akan digelar di Hard Rock Stadium, Miami, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB ini adalah peluang emas.

Kondisi tim Argentina saat ini sedang berada di puncak performa. Sang kapten legendaris, Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun, masih menunjukkan magis luar biasa dengan memimpin daftar top skor turnamen setelah mencetak lima gol hasil dari torehan hat-trick dan brace di laga awal grup.

Kebugaran skuad juga sangat prima karena Scaloni sengaja mengistirahatkan Messi dan pilar penting lainnya saat menghadapi Yordania di laga pamungkas.

 

Meskipun sangat diunggulkan, Argentina tetap tidak boleh memandang sebelah mata taktik "parkir bus" ekstrem yang diperagakan Tanjung Verde.

Anak asuh Lionel Scaloni tersebut memiliki formula pertahanan yang sangat kokoh dengan menaruh hampir seluruh pemain di belakang bola, terbukti sukses membuat frustrasi lini serang Spanyol dan Uruguay.

Kendati demikian, dengan kedalaman skuad kelas dunia serta mentalitas juara yang dimiliki Argentina, jalur menuju babak 16 besar kini terbuka sangat lebar bagi Lionel Messi dan kawan-kawan.

Skenario perluasan format FIFA dan kejutan di fase grup telah berkolaborasi memberikan keuntungan besar bagi sang juara bertahan. (ism)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral