- REUTERS/Eloisa Sanchez
Resmi Mundur Setelah Korea Selatan Gagal di Piala Dunia, Hwang Myung-bo Dapat Kritik Keras Usai Hanya Baca Prompt di Hadapan Media
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Hwang Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Timnnas Korea Selatan setelah Taeguk Warriors mencatatkan hasil terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
Namun, bukan hanya kegagalan di lapangan yang menjadi sorotan. Cara Hwang Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya justru memicu gelombang kritik dari publik dan media Korea Selatan karena dianggap tidak menunjukkan penyesalan yang mendalam.
Dilansir dari laman Xsports, Hwang Myung-bo menggelar konferensi pers di base camp Timnas Korea Selatan di Chivas Verde Valle, Guadalajara, Meksiko, sehari setelah Korea dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pelatih berusia 56 tahun itu mengumumkan secara resmi bahwa dirinya mengundurkan diri, meski sebenarnya masih terikat kontrak hingga Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Keputusan itu diambil setelah Korea Selatan gagal melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Secara hasil, pengunduran diri Hwang Myung-bo memang sudah diprediksi banyak pihak. Korea Selatan hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan di fase grup.
Setelah mengalahkan Republik Ceko pada laga pembuka, Korea Selatan justru tumbang dari Meksiko dan secara mengejutkan dikalahkan Afrika Selatan pada pertandingan penentuan.
Hasil tersebut membuat Korea Selatan finis di peringkat ketiga grup dengan tiga poin dan selisih gol minus satu.
Harapan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik pun pupus. Dari 12 tim peringkat ketiga, Korea Selatan hanya berada di posisi ke-10, sehingga gagal merebut delapan tiket menuju babak 32 besar.
Ironisnya, Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan 48 peserta yang memberikan peluang lebih besar kepada setiap negara untuk lolos ke fase gugur.
Sebanyak 24 tim yang finis di posisi dua besar grup lolos otomatis ke babak 32 besar, sedangkan delapan tiket tambahan diberikan kepada tim peringkat ketiga terbaik.
Meski peluang lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya, Korea Selatan justru gagal memanfaatkannya dan harus puas mengakhiri turnamen di peringkat ke-34 dunia, yang disebut sebagai pencapaian terburuk dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi titik balik yang paling disesalkan. Saat itu Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan kelolosan dengan kekuatan sendiri.
Namun, permainan pasif yang diterapkan Hwang Myung-bo membuat tim kesulitan mencetak gol. Bahkan ketika tertinggal, perubahan strategi dinilai terlambat sehingga Korea Selatan harus pulang lebih awal.
Dalam konferensi pers pengunduran dirinya, Hwang Myung-bo hanya menyampaikan pernyataan singkat yang berlangsung sekitar satu setengah menit tanpa membuka sesi tanya jawab dengan awak media.
"Saya tidak mampu memberikan hasil yang diharapkan masyarakat. Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya sebagai pelatih," ujar Hwang Myung-bo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, staf pelatih, dan tim pendukung selama mendampingi Timnas Korea Selatan.
"Hari ini saya memutuskan mundur dari jabatan pelatih tim nasional. Namun, saya tidak pernah berhenti mencintai sepak bola Korea. Saya berharap tim nasional kembali mendapatkan kepercayaan dan dukungan penuh dari masyarakat," ucapnya.
Setelah membacakan pernyataan tersebut, Hwang Myung-bo langsung meninggalkan ruangan tanpa melayani satu pun pertanyaan dari wartawan.
Sikap itulah yang kemudian memicu kontroversi. Banyak media dan suporter Korea Selatan menilai mantan bek legendaris tersebut terlalu cepat mengakhiri konferensi pers sehingga menimbulkan kesan kurang bertanggung jawab atas kegagalan tim.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan mempertanyakan ketulusan Hwang Myung-bo dalam menyampaikan permintaan maaf kepada publik.