news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Daftar Pelatih Pamit dari Skuad Usai gagal di Piala Dunia Bertambah.
Sumber :
  • REUTERS/Annegret Hilse

Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia. 
Selasa, 30 Juni 2026 - 23:43 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan di Piala Dunia 2026 memakan korban baru dengan pamitnya Miroslav Koubek dari kursi kepelatihan tim nasional Republik Ceko

Republik Ceko mengkonfirmasi kepergian sang pelatih setelah kedua belah pihak sepakat untuk memutus kontrak usai kegagalan tim di Piala Dunia. 

Nama Miroslav Koubek bukan nama pertama yang menjadi korban di Piala Dunia 2026. 

Baru memasuki fase gugur, sejumlah pelatih tim nasional sudah harus mengakhiri masa baktinya setelah gagal memenuhi ekspektasi di turnamen paling bergengsi tersebut.

Format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara ternyata membuat tekanan terhadap para pelatih semakin besar. Meski peluang lolos ke babak gugur bertambah dengan hadirnya tiket 32 besar, kegagalan tetap berujung pada keputusan tegas dari federasi maupun pengunduran diri sang pelatih.

Sejauh ini, setidaknya ada empat pelatih yang dipastikan meninggalkan jabatannya setelah tim masing-masing tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Dilansir dari laman Streamline Feed, nama pertama adalah Sabri Lamouchi. Pelatih asal Prancis itu bahkan menjadi korban pertama di Piala Dunia 2026 setelah Federasi Sepak Bola Tunisia memecatnya di tengah berlangsungnya turnamen.

Lamouchi kehilangan pekerjaannya usai Tunisia dipermalukan Swedia dengan skor telak 1-5 pada laga pembuka Grup F. Hasil buruk tersebut menjadi puncak dari performa mengecewakan yang sudah terlihat sebelum Piala Dunia, di mana Tunisia menelan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.

Federasi kemudian menunjuk pelatih berpengalaman Herve Renard sebagai pengganti sementara. Namun pergantian tersebut gagal mengubah keadaan karena Tunisia tetap kalah 0-4 dari Jepang dan kembali takluk 1-3 saat menghadapi Belanda hingga dipastikan tersingkir.

Korban berikutnya adalah Steve Clarke yang memilih mengundurkan diri dari kursi pelatih Timnas Skotlandia.

Keputusan itu diambil setelah Skotlandia kembali gagal melewati fase grup pada turnamen besar. Berada di grup yang dihuni Brasil dan Maroko, Skotlandia hanya mampu finis di posisi ketiga sehingga gagal melangkah ke babak 32 besar.

Meski berhasil membawa Skotlandia tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan lolos ke dua edisi Piala Eropa serta Piala Dunia 2026, Clarke merasa sudah saatnya mengakhiri kebersamaan setelah menilai timnya mencapai batas perkembangan di bawah arahannya.

Pelatih lain yang juga memilih mundur adalah Hong Myung-bo. Juru taktik Korea Selatan tersebut mengumumkan pengunduran dirinya sehari setelah Taegeuk Warriors dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar.

Korea Selatan hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan pada fase grup. Mereka finis di posisi ketiga Grup A dan hanya berada di peringkat ke-10 klasemen tim peringkat ketiga, sehingga gagal memperoleh tiket ke fase gugur jalur peringkat ketiga terbaik.

Kegagalan tersebut memicu gelombang kritik besar di Korea Selatan. Bahkan Presiden Lee Jae-myung secara terbuka meminta dilakukan investigasi terhadap penyebab kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2026.

Setelah tiga nama tersebut, pelatih Republik Ceko, Miroslav Koubek, juga dipastikan mengakhiri jabatannya usai negaranya tampil tanpa kemenangan dan finis sebagai juru kunci grup di Piala Dunia 2026.

Gelombang pergantian pelatih memang menjadi pemandangan yang hampir selalu terjadi setelah Piala Dunia berakhir. Turnamen empat tahunan itu kerap menjadi titik evaluasi bagi federasi sepak bola untuk memulai siklus baru menuju edisi berikutnya.

Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan tekanan yang lebih besar. Dengan bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara dan lebih banyak tiket menuju babak gugur, kegagalan lolos ke fase 32 besar dianggap sebagai hasil yang sulit diterima oleh banyak federasi.

Bukan tidak mungkin daftar pelatih yang kehilangan jabatan masih akan bertambah seiring berakhirnya perjalanan sejumlah negara lain di Piala Dunia 2026.
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral