- REUTERS/Clodagh Kilcoyne/File Photo
Vs Kroasia Bertepatan dengan Setahun Meninggalnya Diogo Jota, Portugal Jadikan Motivasi untuk Juarai Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal melawan Kroasia akan menjadi berbeda bagi Portugal.
Pertandingan Portugal melawan Kroasia yang akan digelar di Stadion Toronto, Jumat (3/7/2026) itu bertepatan dengan satu tahun kepergian Diogo Jota.
Tepat satu tahun lalu, Diogo Jota meninggal dunia karena kecelakaan mobil di Spanyol. Namun semangatnya masih hidup di ruang ganti Selecao das Quinas yang kini berjuang di Piala Dunia 2026.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa seluruh skuad ingin menjadikan Diogo Jota sebagai sumber inspirasi selama turnamen berlangsung.
"Diogo adalah matahari dan cahaya bagi kami. Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya," ujar Martinez.
Diogo Jota meninggal dunia pada 3 Juli 2025 bersama sang adik, Andre Silva, setelah mobil Lamborghini yang mereka tumpangi mengalami pecah ban saat hendak menyalip kendaraan lain di Spanyol. Mobil tersebut keluar dari jalur hingga menyebabkan keduanya kehilangan nyawa.
Tragedi itu terjadi hanya 11 hari setelah Jota menikahi pasangan yang telah lama mendampinginya, Rute Cardoso. Saat itu, pemain berusia 28 tahun tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Liverpool untuk mengikuti pramusim. Ia memilih menempuh perjalanan darat dan kapal feri karena baru menjalani operasi ringan sehingga disarankan dokter untuk tidak bepergian menggunakan pesawat.
Setahun berlalu, bayang-bayang Jota masih begitu terasa di skuad Portugal. Bahkan, gelandang Ruben Neves mengaku hingga kini dirinya masih rutin mengirimkan pesan kepada sahabatnya tersebut melalui grup WhatsApp yang juga berisi istri Jota.
"Saya masih berbicara dengannya. Mungkin tidak banyak yang tahu, tetapi kami masih memiliki grup WhatsApp yang berisi saya, Rute, dan Diogo. Grup itu masih ada hingga sekarang," kata Neves.
"Setiap kali ada momen spesial, saya membuka kembali percakapan itu dan tetap mengirimkan pesan untuknya. Saya menyimpan semua percakapan tersebut karena saya ingin terus berbicara dengannya," lanjutnya.
Hubungan Neves dan Jota memang terjalin sangat erat. Keduanya pernah bermain bersama di FC Porto, Wolverhampton Wanderers, hingga Timnas Portugal.
Bahkan, Neves menjadi salah satu orang yang ikut memikul peti jenazah Jota saat prosesi pemakaman di Gondomar pada 5 Juli 2025, hanya beberapa jam setelah menyelesaikan pertandingan bersama Al Hilal di ajang Piala Dunia Antarklub.
Sebagai bentuk penghormatan, Neves juga mengabadikan sosok Jota dalam sebuah tato di kaki kirinya yang memperlihatkan momen saat keduanya berpelukan mengenakan seragam Timnas Portugal.
"Saya dan seluruh tim nasional akan melakukan segala cara agar Diogo tetap bersama kami di tim ini," ujar Neves.
"Hari setelah saya menerima kabar kepergiannya adalah hari paling sulit dalam hidup saya. Alasan terbesar saya tetap bermain sepak bola adalah karena saya ingin bermain untuk Diogo," tambahnya.
Kenangan terhadap Jota juga terus dihadirkan sepanjang perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026. Sebelum pertandingan dimulai, layar raksasa stadion selalu menampilkan foto hitam putih Jota saat merayakan gol bersama Timnas Portugal.
Di tribun, ribuan suporter mengenakan jersey bernama Jota sebagai bentuk penghormatan. Sementara para pemain, termasuk kapten Cristiano Ronaldo, memakai gelang khusus berwarna merah dan hijau yang diberikan langsung oleh Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro.
Gelang tersebut memuat nama seluruh pemain Timnas Portugal, termasuk nama Diogo Jota sebagai simbol bahwa ia tetap menjadi bagian dari skuad.
Momen mengharukan juga terjadi saat laga pembuka Portugal melawan Republik Demokratik Kongo. Orang tua Jota, Joaquim dan Isabel, hadir langsung di stadion dan tak mampu menahan air mata ketika penghormatan diberikan kepada kedua putra mereka.