- IMAGN IMAGES via Reuters/Jessie Alcheh
A Sampai Z Cara Kerja Kamera Wasit, Tampilkan POV Pengandil di Piala Dunia 2026
FIFA menjelaskan bahwa tayangan dari kamera wasit dapat ditampilkan secara langsung atau dimasukkan dalam tayangan ulang (replay) untuk memberikan konteks tambahan kepada penonton mengenai sebuah insiden di lapangan.
Untuk momen-momen yang bersifat normal sebelum, selama, maupun setelah pertandingan, rekaman video dan audio umumnya dapat langsung ditayangkan kepada publik.
Namun, untuk situasi yang dianggap sensitif, seperti keributan antarpemain, pelanggaran keras, cedera serius, maupun insiden kontroversial lainnya, tayangan harus terlebih dahulu melalui proses persetujuan sebelum dapat disiarkan.
Selain mengirimkan gambar secara langsung, kamera tersebut juga menyimpan seluruh rekaman di dalam perangkat. Rekaman itu nantinya dapat dimanfaatkan setelah pertandingan sebagai bahan evaluasi, pelatihan wasit, hingga dokumentasi.
Sebelum diterapkan di Piala Dunia 2026, teknologi ini telah melalui serangkaian uji coba. Penggunaan kamera tubuh wasit pertama kali mendapat persetujuan resmi dari International Football Association Board (IFAB) dalam Rapat Umum Tahunan 2025.
FIFA kemudian melakukan pengujian awal secara tertutup pada ajang FIFA Intercontinental Cup 2024 untuk melihat manfaat perspektif baru yang dihasilkan kamera tersebut.
Pengujian berikutnya dilakukan menjelang FIFA Club World Cup 2025 dengan fokus pada kualitas video dan audio, kecepatan pengiriman gambar, kenyamanan perangkat saat dikenakan wasit, aspek keselamatan, hingga integrasi teknologi dengan sistem siaran pertandingan.
Setelah seluruh tahapan uji coba dinilai berhasil, kamera tubuh wasit akhirnya digunakan pada setiap pertandingan FIFA Club World Cup 2025. Rekaman dari perspektif wasit pun disisipkan dalam siaran langsung sehingga penonton dapat melihat berbagai insiden di lapangan dari sudut pandang yang selama ini belum pernah ditampilkan.