- REUTERS/Claudia Greco
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Sesumbar Prancis Bakal Kesulitan Hadapi Spanyol
Jakarta, tvOnenews.com - Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan peringatan kepada Prancis setelah mengantarkan La Roja lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Pemain berusia 18 tahun itu bahkan menegaskan Spanyol merupakan tim yang seharusnya ditakuti Les Bleus.
Spanyol memastikan satu tempat di empat besar usai menumbangkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut mempertemukan La Roja dengan Prancis dalam duel perebutan tiket ke final.
Yamal kembali menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Meski tak mencetak gol maupun assist, winger Barcelona itu tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik (man of the match).
Penampilan impresif Yamal menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol mengatasi perlawanan Belgia. Kecepatan dan kemampuan olah bolanya terus merepotkan lini pertahanan lawan sepanjang pertandingan.
"Jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu adalah kami," ujar Yamal, dikutip dari Mundo Deportivo.
"Kami sangat senang berada di semifinal. Kami telah berada di sini (Amerika Serikat) selama beberapa hari dan kami ingin melaju hingga akhir (meraih gelar juara)," tambahnya.
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, kondisi Yamal sempat menjadi sorotan. Cedera yang dialaminya membuat banyak pihak meragukan apakah ia mampu tampil maksimal di turnamen tersebut.
Namun, pemain berusia 18 tahun itu mampu menjawab keraguan tersebut lewat penampilan konsisten bersama Spanyol. Hingga babak semifinal, Yamal tetap menjadi andalan Luis de la Fuente di sektor sayap.
Secara statistik, Yamal baru mengoleksi satu gol dari enam pertandingan di Piala Dunia 2026. Gol tersebut tercipta saat Spanyol mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 4-0.
Meski belum produktif dalam urusan mencetak gol, kontribusi Yamal terhadap permainan tim tetap sangat besar. Kemampuannya melewati lawan dan membuka ruang menjadi salah satu senjata utama La Roja.
Hal itu kembali terlihat saat menghadapi Belgia. Bek kiri Belgia, Maxim De Cuyper, dibuat kewalahan menghadapi pergerakan Yamal hingga akhirnya ditarik keluar oleh pelatih Rudi Garcia pada menit ke-60.
Di sisi lain, kemenangan atas Belgia juga diwarnai kebobolan pertama Spanyol di Piala Dunia 2026. Gawang Unai Simón akhirnya jebol setelah sebelumnya selalu berhasil mencatatkan clean sheet.
Yamal mengaku cukup heran dengan gol yang bersarang ke gawang Spanyol. Menurutnya, momen tersebut terjadi ketika timnya justru sedang menguasai jalannya pertandingan.
"Kami jauh lebih unggul dalam penguasaan bola, dan gol yang tercipta ke gawang kami adalah situasi yang aneh karena terjadi ketika kami sedang bermain dengan performa terbaik," kata Yamal.
"Mungkin kami terlihat tidak memainkan sepak bola yang menarik, tetapi tidak ada yang benar-benar bisa menantang kami. Semua tim bertahan, tetapi pada akhirnya kami meraih kemenangan," tutupnya.
(igp)