- FIGC
Fabio Capello Yakin Paolo Maldini Mampu Bangkitkan Timnas Italia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello memberikan dukungan penuh atas ditunjuknya Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik Italia oleh Federasi Sepak Bola Italia, pada Sabtu (11/7/2026).
Fabio Capello tak ragu memberikan dukungan karena telah mengenal Paolo Maldini sejak lama. Menurut Fabio Capello, legenda Rossoneri tersebut merupakan sosok paling tepat untuk mengembalikan identitas Gli Azzurri setelah mengalami berbagai kegagalan dalam beberapa tahun terakhir.
Capello dan Maldini memiliki sejarah panjang bersama. Keduanya pernah menjadi bagian dari era keemasan AC Milan dengan mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, mulai dari Scudetto, Liga Champions hingga Piala Super Eropa.
Bagi Capello, membangun kembali kejayaan Timnas Italia merupakan tantangan yang jauh lebih besar dibanding sekadar memenangkan trofi bersama klub.
"Namun tidak ada yang lebih tepat daripada dia untuk melakukannya," kata Capello dikutip dari laman Gazetta Italia, dikutip Minggu (12/7/2026).
Saat ditanya apakah Maldini merupakan pilihan yang tepat, Capello menjawab tanpa ragu. Bahkan dia tak ragu untuk memuji Paolo Maldini sebagai orang yang dibutuhkan Italia saat ini.
"Tentu saja, dan saya benar-benar sangat senang. Paolo adalah nama pertama dalam daftar dan akhirnya dia datang. Dia adalah sosok yang memang dibutuhkan. Saya senang untuk Timnas Italia dan juga untuk dirinya," kata Paolo Maldini.
"Dia pribadi yang serius, kompeten, dan teliti. Dia bukan orang yang banyak bicara, tetapi bekerja. Dia punya ide dan saya yakin sudah memiliki proyek yang sangat jelas di kepalanya," katanya.
Tak hanya Maldini, Capello juga menyambut positif kemungkinan Leonardo kembali bekerja bersama mantan rekannya tersebut. Meski kolaborasi mereka di AC Milan tidak selalu berjalan mulus, Capello tetap menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap pria asal Brasil itu.
"Leonardo juga sangat paham sepak bola. Jika Maldini menginginkannya berada di sisinya, membangun kembali duet yang pernah ada di Milan, itu karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kita harus mengejar ketertinggalan di banyak sektor, dimulai dari pembinaan pemain muda," katanya.