- IMAGN IMAGES via Reuters/Darren Yamashita
Siapa Ivan Barton, Wasit Semifinal Prancis Vs Spanyol yang Sempat Bikin Geger di Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Babak semifinal Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan pertandingan antara Prancis melawan Spanyol.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas, Arington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB ini akan dipimpin oleh wasit kontroversial di Piala Dunia 2026.
Adalah Ivan Barton, wasit yang resmi ditunjuk FIFA untuk menjadi pengandil semifinal laga Prancis melawan Spanyol ini.
Dilansir dari laman Standard, penunjukan wasit asal El Salvador itu langsung menarik perhatian publik karena namanya sempat menjadi perbincangan luas sepanjang turnamen.
Prancis datang ke semifinal dengan status sebagai salah satu tim paling impresif di Piala Dunia 2026. Les Bleus memastikan tiket empat besar usai mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.
Sementara itu, Spanyol kembali menunjukkan mental juara setelah menyingkirkan Belgia 2-1. Gelandang Arsenal, Mikel Merino, menjadi pahlawan kemenangan berkat golnya setelah memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Senne Lammens.
Bagi Prancis, semifinal kali ini membuka peluang untuk mencetak sejarah. Tim asuhan Didier Deschamps berambisi menjadi negara ketiga yang mampu mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah sukses menembus partai puncak pada dua edisi sebelumnya.
Di sisi lain, Spanyol berusaha mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke final. La Furia Roja terakhir kali mencapai semifinal sekaligus menjadi juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Di tengah besarnya tensi pertandingan, perhatian juga mengarah kepada Ivan Barton. Wasit berusia 35 tahun itu telah memimpin tiga pertandingan di Piala Dunia 2026, termasuk duel babak 16 besar antara Swiss melawan Kolombia yang berakhir dengan kemenangan Swiss melalui adu penalti.
Namun, momen yang membuat namanya mendunia terjadi saat memimpin pertandingan fase grup antara Paraguay dan Turki.
Kala itu, Barton menjadi wasit pertama dalam sejarah yang mengeluarkan kartu merah setelah tinjauan VAR karena seorang pemain menutupi mulutnya ketika berbicara kepada lawan.
Pemain Paraguay, Miguel Almiron, diusir keluar lapangan setelah kedapatan menutupi mulut saat berbicara kepada pemain Turki menyusul insiden yang terjadi di lapangan.
Keputusan tersebut memang menjadi sejarah, tetapi yang membuat Barton viral justru cara penyampaiannya kepada seluruh stadion.
Dengan ekspresi tegas, ia mengumumkan hasil tinjauan VAR melalui pengeras suara stadion.
"Setelah peninjauan, nomor 10 Paraguay menutupi mulutnya, keputusan kartu merah," kata Ivan Barton.
Gaya penyampaian tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026.
Di balik popularitasnya, Ivan Barton memang dikenal sebagai salah satu wasit elite dari kawasan CONCACAF. Ia juga pernah bertugas pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan memiliki reputasi sebagai pengadil yang tegas.
Salah satu contoh ketegasannya terjadi pada semifinal CONCACAF Nations League 2023 antara Meksiko dan Amerika Serikat.
Dalam pertandingan itu, Ivan Barton mengeluarkan empat kartu merah sebelum akhirnya menghentikan laga lebih awal akibat terdengarnya nyanyian bernada homofobia dari tribun penonton.