news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Argentina akan melawan Inggris di babak semifinal Piala Dunia.
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck

FBI Tetapkan Laga Inggris Vs Argentina Sebagai Agenda Berisiko Tertinggi di Piala Dunia 2026, Persiapkan Pengamanan Ekstra 

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atalanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. 
Selasa, 14 Juli 2026 - 19:25 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - FBI menetapkan laga Inggris melawan Argentina di babak semifinal Piala Dunia 2026 sebagai agenda berisiko tinggi. 

Pertandingan semifinal antara Inggris melawan Argentina akan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atalanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. 

FBI bersama FIFA dan kepolisian setempat mengategorikan duel sarat gengsi tersebut sebagai pertandingan dengan tingkat risiko keamanan tertinggi sepanjang turnamen.

Dilansir dari laman Mirror, pertemuan khusus dilakukan FBI, FIFA, dan aparat kepolisian digelar untuk membahas potensi risiko yang dapat muncul akibat rivalitas historis kedua negara. 

Salah satu keputusan penting yang diambil adalah memisahkan jalur masuk bagi suporter Inggris dan Argentina menuju stadion.

Meski demikian, tidak akan ada pemisahan tempat duduk di dalam stadion. Seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026, para pendukung dari kedua negara tetap berpotensi bercampur di tribun, terutama karena sistem penjualan kembali tiket (ticket resale) yang digunakan selama turnamen.

Pihak penyelenggara mengakui telah melakukan berbagai upaya agar kelompok suporter tidak bercampur sejak memasuki area stadion. 

Namun, setelah para penonton berada di dalam dan menempati kursi masing-masing, otoritas menyadari mereka memiliki keterbatasan dalam mengontrol interaksi antarsuporter.

Ketegangan antara Inggris dan Argentina memang telah berlangsung selama puluhan tahun baik di dalam lapangan dan di luar lapangan.

Persaingan kedua negara tidak hanya dipicu oleh sejarah sepak bola, tetapi juga persoalan politik, termasuk sengketa Kepulauan Falkland yang kembali menjadi sorotan setelah Menteri Luar Negeri Argentina kembali menegaskan klaim negaranya terhadap wilayah tersebut. Pernyataan itu langsung mendapat penolakan dari Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Konflik Falkland pada 1982 sendiri menelan 907 korban jiwa setelah invasi Argentina yang kemudian dibalas Inggris hingga kembali menguasai wilayah tersebut. Sejak saat itu, rivalitas kedua negara selalu memiliki tensi tinggi setiap kali bertemu di panggung internasional.

Belakangan, sejumlah pemain Argentina juga beberapa kali menjadi sorotan karena menyanyikan lagu-lagu yang menyinggung Kepulauan Falkland seusai pertandingan. Namun, pelatih Lionel Scaloni memilih meredam isu tersebut dan meminta seluruh pihak fokus pada sepak bola.

"Pesan saya kepada rakyat Argentina adalah bahwa ini hanyalah pertandingan sepak bola. Kami akan menghadapi tim yang hebat dengan pelatih yang hebat, tetapi ini hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu," ujar Scaloni.

Di sisi lain, Kepolisian Atlanta telah meningkatkan status keamanan di seluruh kota menjelang laga semifinal tersebut. 

Pengamanan diperketat tidak hanya di sekitar stadion, tetapi juga di hotel tempat menginap kedua tim, kawasan hiburan, hingga titik-titik keramaian yang diperkirakan dipenuhi pendukung.

"Atalanta mempersiapkan tuan rumah semifinal Piala Dunia dan menyambut suporter dari penjuru dunia. Kepolisian Atlanta memastikan keamanan dan kenyamanan publik," tulis Kepolisian Atalanta. 

Kepolisian Atalanta pun menambah jumlah personel tidak hanya di venue pertandingan tapi juga di daerah vital Atalanta bagi para suporter yang tidak datang ke stadion. 

"Ini menjadi tindakan preventif yang kami lakukan untuk memastikan kenyamanan publik dari tindakan kriminal sehingga suporter nyaman dalam penyelenggaraan pesta bola ini," tutup pernyataan Kepolisian Atalanta. 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral